Flare dan smoke bomb menjadi momok menakutkan bagi klub-klub Liga 1. Hal ini yang dialami PSM Makassar yang saat ini terancam denda Rp 50 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Smoke bomb tersulut saat PSM Makassar sukses mempermalukan Persib Bandung dengan skor 5-1 di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Senin (29/9/2022). Saat pertandingan masih berlangsung, tampak asap membubung di bagian timur stadion.
Ketika asap muncul beberapa menit, pertandingan masih dilanjutkan. Adapun pelaku langsung diciduk aparat yang berjaga di sekitar lokasi. Aksi tersebut tak mengganggu jalannya pertandingan.
Tekait flare dan smoke bomb, baik PSSI maupun FIFA telah memberikan aturan larangan di pertandingan sepak bola resmi. Aturan FIFA tercantum dalam pasal 52 huruf (c) butir (i) tentang FIFA Stadium Safety and Security Regulations.
Sementara di kompetisi lokal, PSSI juga telah mengaturnya dalam Kode Disiplin PSSI Pasal 70 ayat (1). Sanksi atas pelanggaran tersebut pun cukup besar.
Diatur dalam Lampiran 1 Kode Disiplin PSSI 2018 yakni Rp 50 juta untuk 1 kali penyalaan, Rp 100 juta untuk 2-5 kali penyalaan dan Rp 200 juta untuk lebih dari 5 kali penyalaan.
Dalam kasus ini, pada pertandingan PSM vs Persib tersulut sekali smoke bomb. Artinya manajemen PSM terancam denda Rp 50 juta.
Respons Manajemen PSM Makassar
Direktur Utama PSM Makassar, Munafri Arifuddin geram dengan adanya smoke bomb yang dinyalakan suporter. Dia menilai perbuatan tersebut merupakan tindakan pengecut karena merugikan tim.
"Saya cuman melihat sekilas tapi ini kan merupakan sesuatu hal yang pengecut menurut saya," ungkap Munafri Arifuddin kepada media di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (29/8/2022)
Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan, jika memang ada sesuatu yang tidak disetujui dilakukan oleh manajemen PSM, jangan serta merta suporter melakukan tindakan yang buruk.
"Kalau tidak setuju dengan apa yang dilakukan dengan manajemen, ya udah jangan lakukan hal-hal yang merugikan kita semua," tegasnya.
Dia mengaku akan bertindak tegas jika ke depannya masih didapatkan suporter yang sengaja menyalakan smoke bomb ataupun flare. Ia menegaskan tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi.
"Saya akan berbuat tegas kalau kita menemukan lagi. Kita minta maaf kita akan berbuat tegas," imbuhnya.
Lantas bagaimana dengan sanksi dari PSSI atas kejadian tersebut? Appi mengaku belum bisa memastikan. Ia menunggu surat dari PSSI terlebih dahulu.
"Belum tau, kan mungkin ada suratnya menyusul," paparnya.
Dia pun meminta kepada para suporter agar dapat mematuhi peraturan yang ada. Ia menilai tak ada untungnya aksi tersebut dilakukan.
"Kan sudah berkali-kali dikasih tahu dimana-mana ada pengumuman tentang flare (smoke bomb)," tegasnya.
Simak selengkapnya Kecaman Kelompok Suporter PSM Makassar di halaman selanjutnya.
(ata/tau)