Kisah Kakek Umar Beri Pelampung ke Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Karam

Kisah Kakek Umar Beri Pelampung ke Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Karam

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Rabu, 22 Jul 2026 21:04 WIB
Viral foto seorang kakek disebut menyerahkan pelampungnya untuk sang cucu saat KLM Nurul Salsa akan tenggelam di perairan Selayar.
Viral foto kakek Umar disebut menyerahkan pelampungnya untuk sang cucu Naura saat KLM Nurul Salsa akan tenggelam di perairan Selayar. Foto: Istimewa
Selayar -

Foto seorang kakek yang diduga menyerahkan pelampung kepada cucunya sebelum KLM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial. Kakek dalam foto tersebut diketahui bernama Muhammad Umar (80) sementara sang cucu bernama Naura (13), merupakan warga Kecamatan Bontoharu, Selayar.

Camat Pasimasunggu Nur Amin Arsyad mengatakan foto itu diambil saat kapal mengalami gangguan mesin dan berada dalam kondisi darurat sebelum akhirnya tenggelam di perairan Pulau Polassi, Selayar. Menurut keterangan salah satu penumpang yang selamat, kakek Umar saat itu memilih tidak menggunakan pelampung yang tersedia.

"Foto itu diambil pada saat di kapal saat detik-detik blackout mesinnya. Keterangan warga yang selamat yang kami evakuasi, kakek ini sebenarnya ada pelampung dan jaket, tetapi dia tidak mau pakai," ujar Nur Amin Arsyad kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nur Amin menyebut Umar memilih memberikan pelampung tersebut kepada cucunya karena situasi panik yang terjadi di atas kapal. Terlebih Umar merupakan penumpang yang paling tua di atas kapal.

"Kayaknya karena panik di situ, karena dia paling tua di situ. Begitu dikasih jaket pelampung, langsung dia kasih ke cucunya," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Umar diketahui berangkat bersama keluarganya usai menghadiri acara keluarga di Pasimasunggu Timur, Kecamatan Pasimasunggu. Mereka hendak kembali ke Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, menggunakan KLM Nurul Salsa.

"Muhammad Umar dengan istrinya, kemudian Naura cucunya. Mereka berenam dalam satu keluarga. Yang selamat hanya satu orang, sementara lima lainnya masih hilang," ungkap Nur Amin.

Hingga kini, Naura bersama anggota keluarganya masih dinyatakan hilang. Sedangkan satu orang tante Naura bernama Rosma berhasil selamat.

"Yang dinyatakan hilang itu yaitu Muhammad Umar, Naura, Maridaeng, Bau Intang, dan Sahrul Amin. Sementara satu anggota keluarga yang selamat adalah Rosma yang merupakan tante dari Naura," bebernya.

Nur Amin menuturkan orang tua Naura tidak ikut dalam pelayaran tersebut. Selama masa libur sekolah, Naura tinggal bersama nenek dan kakeknya sehingga ikut pulang menggunakan kapal bersama keluarga besarnya.

"Orang tua Naura tidak ikut di kapal. Karena masih libur sekolah, dia ikut bersama kakek dan neneknya pulang dari Pasimasunggu Timur," tuturnya.

Berdasarkan keterangan korban selamat bernama Nawir, Umar dan Naura sempat bertahan menggunakan gabus setelah kapal tenggelam. Namun keduanya kemudian terpisah di tengah laut saat kondisi gelap dan ombak besar.

"Menurut Pak Nawir, malam itu Naura sempat bertanya, 'Mana kakek saya, Pak?' karena mereka sudah terpisah cukup lama setelah berada di atas gabus," jelas Nur Amin.

Nawir kemudian berusaha berenang mengejar sebuah kapal yang terlihat dari kejauhan dengan harapan dapat meminta pertolongan. Sebelum pergi, dia sempat berpamitan kepada Naura dan korban lainnya yang bertahan di atas gabus.

"Pak Nawir bilang, 'Saya kejar itu kapal. Kalau saya berhasil, saya akan jemput kalian semua. Kalau saya tidak kembali, berarti itu takdir saya'," kata Nur Amin menirukan cerita korban selamat.

Namun saat Nawir berhasil mendekati kapal dan kembali ke lokasi semula, gabus yang ditumpangi Naura bersama beberapa korban lainnya sudah tidak ditemukan lagi.

"Hingga sekarang Naura dan kakeknya masih dalam pencarian. Foto itu menjadi salah satu potret yang paling menyentuh dari tragedi KLM Nurul Salsa," pungkasnya.

Pencarian Masuk Hari ke-8

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Makassar Andi Sultan turut membenarkan foto viral seorang kakek disebut menyerahkan pelampungnya untuk sang cucu saat KLM Nurul Salsa akan tenggelam di perairan Selayar. Pelampung untuk cucu tercintanya diduga stok terakhir yang tersedia di kapal nahas tersebut.

"Iya begitu juga info yang saya dapat. Saya tidak terlalu paham persis namanya, tapi kalau tidak salah anak itu namanya Naura," ujar Sultan kepada detikSulsel.

Sultan menyebut sang cucu belum ditemukan hingga hari ke-8, Rabu (22/7), pencarian para korban hilang. Termasuk sang kakek juga masih dinyatakan hilang.

"Iya belum ditemukan keduanya," kata Sultan.

Dilihat detikSulsel dari foto yang viral, tampak seorang kakek duduk di sisi kapal tepat di samping cucunya saat kapal berada dalam kondisi kritis sebelum tenggelam. Sang cucu mengenakan pelampung oranye, sementara kakek tersebut terlihat tidak memakai pelampung sambil menatap ke arah cucunya dengan tangan kirinya berada di belakang sang cucu.

Penumpang lain juga terlihat telah mengenakan pelampung masing-masing. Sebagian duduk dan sebagian lainnya berdiri sambil berpegangan pada sisi kapal di tengah laut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyelam dan Menikmati Keindahan Warna-Warni Bawah Laut di Sulawesi"
[Gambas:Video 20detik] (ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads