Mahasiswi berinisial NF (23) tewas usai diduga berupaya melakukan aborsi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). NF diduga mencoba menggugurkan kandungannya atas kesepakatan bersama pacarnya, AD (23) yang kini diamankan polisi.
Peristiwa bermula saat NF lemas dan mengalami nyeri perut di kamar kosnya di Jalan Pengayoman, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (22/10/2026). NF kemudian menghubungi pacarnya agar segera datang ke kosnya.
"Datang lah (AD) ke kosnya kemudian sampai di sana ditanya habis minum apa. Dia (NF) bilang habis minum paracetamol, tetapi sebelum sebelumnya kan sudah minum obat pelancar haid," ujar Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ali Jarras kepada wartawan, Jumat (23/10).
Sejoli itu berupaya menghubungi dokter panggilan untuk memeriksa kondisinya di kos. Setelah pemeriksaan, dokter menyarankan agar NF dibawa ke rumah sakit.
"Di sana (rumah sakit) diperiksa mungkin diagnosanya sudah meninggal bayinya dan harus dioperasi untuk dikeluarkan (bayinya)," kata Ali.
Mahasiswi NF sempat menjalani operasi sebelum kondisinya memburuk dan dirawat di ruang ICU. Mirisnya, NF dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (22/10) sore.
"Setelah beberapa lama (setelah NF dioperasi) kemudian masuk di ICU terus akhirnya meninggal," beber Ali.
Polisi menduga kasus tersebut berkaitan dengan upaya menggugurkan kandungan. AD dan NF diduga telah bersepakat melakukan tindakan tersebut.
"Ada kesepakatan (keduanya menggugurkan kandungan), sebenarnya tersangka kedua duanya (pria dan wanita) cuma satu yang meninggal," sebutnya.
Polisi kini masih menyelidiki kasus ini. Ali menyebut mahasiswi NF telah mengkonsumsi obat haid sekitar 10 hari sebelum mengalami keluhan sakit di perutnya.
"Kurang lebih 10 hari sudah dia minum (obat pelancar haid) tetapi hari kesepuluh baru dia rasa (sakit), tidak langsung. Dia rasa tidak enak di perut kemudian minum paracetamol," paparnya.
Sementara itu lelaki AD sudah diamankan usai menerima laporan. Polisi turut menyita obat pelancar hadir yang diduga dikonsumsi NF.
"Ada yang melaporkan datang ke kantor. Kemudian kami datang ke TKP," pungkas Ali.
Simak Video "Video: Menkes Respons Ramai Jasa Aborsi di Medsos"
(sar/asm)