Pro Kontra Polisi Makassar Mau Tembak Begal di Tempat tapi Menteri HAM Larang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 25 Mei 2026 07:45 WIB
Foto: Ilustrasi begal motor. (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Instruksi Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana untuk menembak di tempat geng motor atau pelaku begal sadis ternyata memicu pro dan kontra. Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, namun Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai justru melarang apalagi sampai menghilangkan nyawa pelaku.

Munculnya perintah penembakan di tempat itu menyusul maraknya aksi begal bersenjata tajam selama 2026. Terakhir, Makassar sempat dihebohkan dengan geng motor yang menyerang bocah berusia 13 tahun di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Korban yang sedang nongkrong bersama rekannya, tiba-tiba diserang menggunakan parang meski tidak ada masalah dengan pelaku sebelumnya. Polisi telah menangkap 5 pelaku penyerangan, sedangkan 2 orang lainnya masih buron.

Kombes Arya pun memerintahkan personelnya untuk menembak di tempat pelaku begal yang kian meresahkan. Dia tidak mau lagi aksi begal sadis mengancam nyawa masyarakat termasuk aparat keamanan yang sedang bertugas.

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, tembak di tempat," ujar Kombes Arya di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5).

Kombes Arya menekankan, tindakan tegas terukur perlu diambil jika situasi membahayakan. Dia meminta aparat tidak menimbulkan penembakan di lokasi kejadian apabila tindakan itu bisa mengancam keselamatan jiwa warga sipil tidak bersalah.

"Kalau mengancam jiwa anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat. Perintah saya begitu. Tapi kalau memang tidak mengancam, ya dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur. Tidak serta merta langsung menembak, tidak akan seperti itu," tegasnya.

Kombes Arya juga tetap mengintensifkan patroli rutin untuk menekan kriminalitas di jalanan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Personel kepolisian dikerahkan ke titik-titik rawan mulai malam hari.

"Jadi yang buat kami ini patroli dari pukul 10 malam sampai dengan jam setengah enam pagi. Dan memang yang masuk juga bukan hanya dari kota Makassar ada sebagian dari Gowa, Maros dan Takalar," terang Kombes Arya.

Sahroni Minta Polisi Tak Ragu Lumpuhkan Begal

Perintah Kombes Arya kepada jajarannya untuk menembak di tempat begal sadis mendapat dukungan Ahmad Sahroni. Legislator DPR RI dari Fraksi NasDem itu pun meminta polisi tidak ragu untuk melumpuhkan pelaku kekerasan.

"Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Sahroni khawatir pelaku begal bisa menghilangkan nyawa warga jika aparat terlambat melakukan penanganan. Polisi yang berpatroli harus dibekali prosedur operasional standar yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan.

"Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum. Maka dari itu aparat harus hadir dengan ketegasan nyata di jalanan," tuturnya.

Sahroni berpesan agar tindakan tegas terukur yang diambil tetap berada dalam koridor aturan. Dia mengingatkan bahwa penggunaan kewenangan tersebut sepenuhnya untuk melindungi masyarakat.

"Tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas," jelas Sahroni.

Sahroni meyakini tindakan tegas aparat memberikan efek jera dan bisa mencegah geng motor lain berbuat kekerasan. Dia menyadari polisi sudah berupaya melakukan berbagai tindak pencegahan namun kerap tidak membuat pelaku begal kapok.

"Saya minta Polrestabes Makassar untuk terus tingkatkan kinerjanya, tangkap seluruh perusuh yang meresahkan hingga Makassar aman, bebas dari kekerasan jalanan," terang Sahroni.



Simak Video "Video Pigai: Tidak Boleh Begal Ditembak Langsung di Tempat!"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork