Kapolrestabes Makassar Perintahkan Tembak di Tempat Geng Motor Sadis

Kapolrestabes Makassar Perintahkan Tembak di Tempat Geng Motor Sadis

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 12 Mei 2026 19:12 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana memerintahkan jajarannya menembak di tempat pelaku geng motor yang mengancam nyawa masyarakat.
Foto: Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana memberikan keterangan pers terkait aksi penyerangan di Asrama Polisi Tello. (Reinhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana memerintahkan jajarannya menembak di tempat pelaku geng motor yang mengancam nyawa masyarakat. Instruksi itu ditegaskan menyusul maraknya aksi kekerasan geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir-akhir ini.

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, tembak di tempat," ujar Arya saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5/2026).

Arya menegaskan tindakan tegas hanya ditujukan kepada geng motor yang membawa senjata tajam dan membahayakan warga maupun polisi. Penindakan tetap dilakukan secara terukur apabila situasi tidak mengancam keselamatan jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Juga kalau mengancam jiwa anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat. Perintah saya begitu. Tapi kalau memang tidak mengancam, ya dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur. Tidak serta merta langsung menembak, tidak akan seperti itu," ujar Arya.

Arya mengungkapkan polisi selama ini telah melakukan patroli rutin untuk menekan aksi geng motor. Patroli dilakukan setiap malam hingga dini hari dengan melibatkan berbagai satuan.

ADVERTISEMENT

"Jadi yang buat kami ini patroli dari pukul 10 malam sampai dengan jam setengah enam pagi. Dan memang yang masuk juga bukan hanya dari kota Makassar ada sebagian dari Gowa, Maros dan Takalar," tuturnya.

Selain penindakan hukum, Arya meminta peran aktif orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya keluar rumah hingga larut malam. Ia menilai pengawasan keluarga penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi geng motor.

"Tolong ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar jangan biarkan anak-anak kita usia 12 tahun, 13 tahun, 14 tahun, 15 tahun, untuk keluar malam. Buat apa ada anak umur 13 tahun berada di luar jam 2 malam?" ucapnya.

Sahroni Minta Polisi Tak Ragu Tindak Geng Motor

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut menyoroti maraknya aksi geng motor yang menyerang warga di Makassar. Sahroni meminta pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan para pelaku.

"Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Menurutnya, keterlambatan aparat dalam mengambil tindakan dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, Sahroni mendorong kepolisian agar dibekali SOP dalam pelaksanaan tugas patroli di lapangan.

"Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan," tegasnya.

Sahroni menilai aksi geng motor di Makassar akan semakin bengal jika tidak ditindaki dengan tegas. Ia menekankan pentingnya ketegasan dari pihak aparat dalam menangani kasus ini.

Geng Motor Kian Marak di Makassar

Teror geng motor di Makassar semakin meresahkan beberapa waktu terakhir. Kehadirannya dinilai mengganggu kenyamanan hingga keselamatan masyarakat.

Aksi beringas anggota geng motor di Makassar terjadi di sejumlah lokasi berbeda selama April hingga awal Mei 2026. Mereka melakukan pengeroyokan, merusak kendaraan hingga menyerang anggota polisi menggunakan busur panah saat akan diamankan.

Terbaru, seorang bocah bernama Hilal (13) dirawat di RSUD Daya Makassar usai ditebas parang oleh geng motor pada Minggu (10/5) di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam). Hilal yang saat itu sedang nongkrong tiba-tiba diserang dan ditebas menggunakan parang hingga mengalami luka parah.

"Posisinya adik saya itu dia duduk-duduk di pinggir jalan bersama teman-temannya itu. Tiba-tiba ada segerombolan geng motor itu menyerang," kata kakak korban, Tegar Aprilio kepada detikSulsel, Minggu (10/5).

Berdasarkan rekaman CCTV, beberapa pelaku turun dari motor dan berlari ke arah korban. Korban yang hendak kabur diduga terjatuh lalu diserang pelaku secara membabi buta menggunakan parang.

Polisi telah menangkap 5 anggota geng motor pelaku penebasan terhadap korban. Polisi juga masih memburu dua pelaku lainnya yang masih buron.

"Kemarin kami sudah lakukan penyidikan, awalnya tertangkap 2 orang dan alhamdulilah hari ini sudah tertangkap sebanyak 5 orang pelaku," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers di kantornya, Selasa (12/5).

Para pelaku yang ditangkap ditangkap di lokasi berbeda yakni Farhan Galuh Ilfah (19), M Yasmin Mulfa (19), Muhammad Aswar (19), Ahmad Fadil (19) dan Muh Rifky (18). Farhan yang mengeksekusi korban dengan parang ditangkap di Kecamatan Pallangga, Gowa, Selasa (12/5) dini hari.

Di lokasi tersebut Farhan ditangkap bersama pelaku lain yakni Yasmin. Selanjutnya dari keterangan kedua pelaku ini, polisi kembali menangkap tersangka Aswar dan Fadil di lokasi berbeda. Sementara 2 pelaku masih buron yakni AK dan RI.

"Ada 2 lagi yang belum tertangkap dan ini masih kami kejar. Sudah kami ketahui identitasnya, tinggal menunggu waktu," kata Arya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Geng Motor Serang Bocah 13 Tahun Pakai Parang di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads