6 Fakta Mahasiswi Tertipu Loker Baby Sitter Disekap-Diperkosa 3 Hari

Kota Makassar

6 Fakta Mahasiswi Tertipu Loker Baby Sitter Disekap-Diperkosa 3 Hari

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 16 Mei 2026 06:30 WIB
Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan.
Foto: Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Mahasiswi berinisial MA (21) disekap hingga diperkosa oleh pria inisial FR (30) selama tiga hari di sebuah rumah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban mengalami kekerasan usai diduga tertipu lowongan kerja (loker) menjadi pengasuh atau baby sitter yang ditawarkan pelaku di media sosial.

Insiden tragis tersebut terjadi di kompleks perumahan di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Kasus ini terungkap berdasarkan laporan warga perumahan.

"Korban diperkirakan berusia 20-an tahun dan diduga seorang mahasiswi," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikSulsel hingga Sabtu (16/5), berikut 6 fakta mahasiswi disekap hingga diperkosa selama 3 hari usai melamar pekerjaan di Makassar:

1. Mahasiswi Lamar Kerja Lewat Medsos

Kasus ini bermula saat korban berkenalan dengan pelaku via Facebook. Korban tertarik dengan lamaran pekerjaan yang ditawarkan pelaku lewat media sosial.

ADVERTISEMENT

"Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial," ucap Latif.

Korban pun dianggap memenuhi persyaratan. Mahasiswi tersebut kemudian datang ke sebuah rumah yang ditempati pelaku.

"Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian," tuturnya.

2. Pelaku Kontrak Rumah Selama 3 Hari

Korban lalu datang ke rumah pelaku tanpa rasa curiga pada Jumat (8/5). Lokasi kejadian ternyata merupakan rumah yang dikontrak pelaku.

"Dari hasil sementara, pelaku diduga merupakan pihak yang menyewa rumah tersebut selama kurang lebih tiga hari," ungkapnya.

Korban yang tiba di rumah kontrakan pelaku diminta menginap. Saat itulah mahasiswa tersebut mulai disekap hingga mengalami kekerasan seksual.

"Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban," beber Latif.

3. Mahasiswi Ditemukan Pemilik Rumah

Kasus ini baru terungkap saat pemilik rumah datang melakukan pengecekan ke kompleks perumahan pada Minggu (10/5). Hal ini setelah masa sewa pelaku menempati rumah sudah habis.

"Korban akhirnya bisa keluar dari rumah setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis," terangnya.

Pemilik rumah lantas dikagetkan dengan seorang wanita dalam rumah. Pemilik rumah melihat korban dari balik jendela.

"Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah," beber Latif.

4. Korban Dievakuasi dengan Tangan Terikat

Temuan itu kemudian dilaporkan masyarakat ke aparat kepolisian. Personel Polsek Tamalate turun ke kompleks perumahan tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi," kata Latif.

Mirisnya, korban dievakuasi dalam kondisi tangan terikat. Korban terisak saat tali yang mengikat tangannya dilepas.

"Setelah tiba di TKP, kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan," ujarnya.

5. Keberadaan Pelaku Belum Diketahui

Latif melanjutkan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat korban ditemukan, keberadaan pelaku sudah tidak diketahui.

"Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri," ucapnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih akan mendalami keterangan mahasiswi yang diduga menjadi korban penipuan berujung pemerkosaan.

"Korban diketahui mengenal pelaku melalui Facebook. Rumah tersebut disewa sekitar tiga hari, mulai Jumat (8/5) hingga kejadian terungkap pada Minggu (10/5)," tuturnya.

6. Korban Ditawari Gaji Rp 3 Juta Jadi Baby Sitter

Salah satu warga perumahan setempat berinisial IK menyebut mahasiswi itu sempat melamar kerja menjadi baby sitter. Pelaku diduga menipu korban yang membutuhkan biaya kuliah.

"Dia (pelaku) pasang (lamaran pekerjaan) di sosmed butuh baby sitter dijanjikan (gaji) Rp 3 juta. Tertarik mi si korban karena dia butuh uang bayar kuliah," ungkap IK kepada wartawan.

Menurut IK, korban berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara. Wanita tersebut seorang mahasiswi yang berkuliah di Makassar.

"Iya (korban asal Kalimantan Utara) aslinya di KTP-nya, perbatasan Nunukan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Remaja Sampang Diperkosa 27 Orang di 3 Lokasi Berbeda "
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads