Sulsel Kian Mulus Lewat Program Jalan MYP: Perkuat Konektivitas, Pacu Ekonomi

Sulsel Kian Mulus Lewat Program Jalan MYP: Perkuat Konektivitas, Pacu Ekonomi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 06 Agu 2026 14:29 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan groundbreaking preservasi jalan di Sidrap.
Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan groundbreaking preservasi jalan di Sidrap. (dok. Humas Pemprov Sulsel)
Makassar -

Wajah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin mulus lewat program pembangunan jalan skema Multi Years Project (MYP). Program infrastruktur yang dicanangkan Pemprov Sulsel ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas, tetapi juga memicu ekonomi tumbuh semakin melesat.

Program MYP Sulsel resmi diluncurkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada 19 Oktober 2025 lalu. Inovasi ini lahir dari keputusan strategis Andi Sudirman Sulaiman di saat pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Kendati begitu, visi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan membuat Pemprov Sulsel mengubah tantangan menjadi terobosan lewat program MYP. Pemprov sampai mengucurkan total Rp 3,7 triliun dari hasil efisiensi APBD Sulsel untuk program infrastruktur itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyek multiyears ini adalah bukti nyata kerja keras dan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan di seluruh Sulawesi Selatan," tegas Andi Sudirman dalam keterangannya.

Program infrastruktur MYP dijalankan lewat skema anggaran kontrak tahun jamak atau multi years contract tahun 2025-2027. Dari total Rp 3,7 triliun anggaran yang dikucurkan, Rp 2,5 triliun khusus dialokasikan untuk pembangunan jalan.

ADVERTISEMENT

Anggaran itu mengakomodir penanganan 1.400 kilometer (km) jalan pada sekitar 100 ruas yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulsel. Andi Sudirman memastikan pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung hingga 2027 mendatang.

"Kami memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan provinsi yang rusak segera diperbaiki. Insyaallah semuanya akan ditangani secara bertahap," tutur Andi Sudirman.

Pembangunan jalan ini diyakini memicu efek domino. Program MYP tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan logistik, tetapi juga memperkuat akses layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

"Kami harapkan adalah dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan," tegas Andi Sudirman.

Diketahui, sejumlah ruas yang dikerjakan merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas harian masyarakat. Perbaikan ribuan kilometer jalan itu terbagi dalam dalam enam paket pekerjaan.

Keenam paket pengerjaan jalan itu terus digenjot tahapan konstruksinya di berbagai titik. Pekerjaan yang berlangsung meliputi pengecoran rigid beton, pengaspalan, pembangunan drainase, pemasangan talud, pemasangan u-ditch, hingga pembangunan dinding penahan tanah (DPT).

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi menegaskan, program MYP terus digenjot pelaksanaannya. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah membaik secara bertahap.

"Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang jauh lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan bagi pengguna jalan," ujar Rosyadi.

Efek Domino Program MYP Sulsel

Progres program Multi Years Project (MYP) Paket 3 Pemprov Sulsel yang dikerjakan PT Bumi Karsa.Progres program Multi Years Project (MYP) Paket 3 Pemprov Sulsel yang dikerjakan PT Bumi Karsa. Foto: Istimewa

MYP Pemprov Sulsel dianggap menjadi lompatan besar sebagai sebuah program infrastruktur. Terobosan tersebut dianggap menjadi keputusan berani dari gubernur Sulsel dengan mengucurkan anggaran yang fantastis.

"Sebagai orang yang menekuni bidang infrastruktur, saya melihat proyek 1.400 km ini sebagai langkah yang tepat dan berani," ujar Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Wahyu Haryadi Piarah dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Wahyu meyakini program MYP ini memicu efek domino bagi pembangunan Sulsel. Dia menegaskan pembangunan jalan tersebut mendorong konektivitas antarwilayah, memperkuat akses masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Prof Wahyu, selama ini masih banyak potensi ekonomi daerah yang belum berkembang optimal. Situasi ini terjadi akibat akses jalan yang belum memadai sehingga biaya logistik menjadi tinggi.

Masalah itulah yang kini diatasi Pemprov Sulsel melakukan perbaikan jaringan jalan. Ketika jalanan semakin baik, maka mobilitas masyarakat maupun distribusi barang diyakini akan menjadi lebih efisien.

"Ketika jalan tersambung dengan baik, waktu tempuh akan berkurang, biaya distribusi turun, dan wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal memiliki peluang yang sama untuk berkembang," ungkapnya.

Dampak tersebut akan langsung petani, pelaku UMKM hingga pedagang. Terbukanya akses jalan diyakini akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor pembangunan jalan.

"Kalau itu berjalan baik, saya yakin proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur paling berdampak dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan," tegas Prof Wahyu.

Prof Wahyu juga mengapresiasi implementasi program ini lewat skema MYP. Kebijakan ini dinilai langkah yang tepat untuk proyek berskala besar karena memberikan kepastian pendanaan dan waktu pelaksanaan sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga.

Pembagian pekerjaan ke dalam enam paket juga menjadi strategi yang efektif. Kebijakan tersebut memungkinkan pengerjaan berlangsung secara paralel di banyak titik tanpa mengurangi pengawasan terhadap mutu pekerjaan.

"Skema ini secara teknis paling masuk akal untuk proyek sebesar ini. Kontraktor memiliki kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya untuk mengejar tahun anggaran," imbuhnya.

Bapak Pembangunan Sulawesi Selatan

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman groundbreaking pembangunan jalan Rantepao-Pangala-Baruppu.Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman groundbreaking pembangunan jalan Rantepao-Pangala-Baruppu. (dok. Istimewa)

Sebagai informasi, program MYP tidak hanya mengakomodir pembangunan jalan strategis semata. Program MYP juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan layanan kesehatan lewat rehabilitasi irigasi hingga pembangunan rumah sakit regional.

Program MYP mengakomodir pembangunan irigasi dengan anggaran Rp 780 miliar yang melayani 54.000 hektare sawah di berbagai wilayah Sulsel. Selain itu mencakup pembangunan Rumah Sakit Regional di Gowa dan Luwu dengan anggaran sekitar Rp 485 miliar.

Inovasi Gubernur Sulsel tersebut turut mendapat apresiasi dari anggota DPRD Sulsel karena dianggap memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Sulsel Mizar Roem menilai Andi Sudirman layak disebut sebagai 'Bapak Pembangunan' berkat program MYP ini.

"Berdasarkan aspirasi yang saya dapat di lapangan, bahkan dari teman-teman DPRD, memang program Multiyears dari Bapak Gubernur sangatlah bagus. Bahkan beliau sering disebut sebagai 'Bapak Pembangunan Sulawesi Selatan'," ucap Mizar dalam Rapat Paripurna di di kantor sementara DPRD Sulsel, Rabu (1/7).

Mizar menegaskan dukungannya terhadap kelanjutan program ini. Dia turut mengusulkan agar Pemprov Sulsel mempertimbangkan menghadirkan program MYP khusus pembangunan jalan tani pada perencanaan tahun 2027.

"Tentu kami apresiasi dan menyatakan persetujuan untuk melanjutkan pembahasan pada tahapan berikutnya," ucap Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini.

Usulan itu diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan Pemprov Sulsel dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang pembahasannya mulai bergulir pada pertengahan tahun ini.

"Karena kelompok tani sudah banyak bersuara, selain multiyears jalan dan irigasi, boleh juga ada multiyears jalan tani. Dengan begitu, ekonomi masyarakat, khususnya kelompok tani, bisa semakin tumbuh dan pada akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian daerah," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads