Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan pintu khusus dalam membangun generasi kreatif yang berdaya saing di Kota Daeng. Pintu itu diberi nama Makassar Creative Hub (MCH).
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin resmi meluncurkan MCH di kawasan Pantai Losari, Makassar, 21 Juni 2025 lalu. Wadah ini dihadirkan sebagai ruang kreatif inklusif untuk mengembangkan keterampilan anak muda.
Appi menegaskan bahwa kreativitas anak muda tidak boleh berjalan sendiri tanpa arah dan dukungan sistem yang jelas. Program ini menjadi ruang tumbuh sekaligus panggung bagi talenta-talenta muda Makassar untuk berkembang secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar tempat berkegiatan, MCH diproyeksikan sebagai motor penggerak industri kreatif kota menuju daya saing nasional hingga global. Dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan dukungan multipihak, talenta kota diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi kreatif Makassar yang siap membawa nama kota ini semakin dikenal sebagai pusat kreativitas di Indonesia.
"Embrio MCH ini lahir dari pemikiran bagaimana anak-anak Makassar punya panggung dan punya ruang. Kalau hanya kreatif tanpa ekosistem yang mendukung, itu tidak akan berjalan. Karena itu pemerintah harus hadir menyiapkan wadahnya," ujar Appi, Jumat (13/2/2026).
Creative Hub Makassar Foto: Istimewa |
Lebih dari sekadar gedung tempat berkumpul dan berkegiatan, Appi menekankan MCH sebagai pusat pengembangan talenta yang memiliki peta jalan jangka panjang. Pemerintah Kota Makassar menargetkan Kota Daeng menjadi salah satu barometer industri kreatif di Indonesia.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas infrastruktur kreatif. Tahun ini, empat creative hub tambahan akan dibangun dengan konsep berbeda, sebagai bagian dari penguatan ekosistem.
"Kita siapkan ruangnya, kita siapkan sistemnya, supaya semangat anak-anak muda ini tidak padam," tegasnya.
Seiring dengan rencana hadirnya gedung-gedung MCH baru, Munafri menyampaikan gedung MCH saat ini semakin diminati dan membludak. Sehingga, ia menyerahkan Kawasan Anjungan Bugis Pantai Losari untuk dapat dikelola oleh MCH sebagai ruang aktivitas kreatif yang lebih luas dan produktif.
Appi Resmikan MCH Nabuka Nusantara
Terbaru, Pemkot Makassar kembali menghadirkan MCH baru yang dilabeli dengan nama Nabuka Nusantara yang turut dihadiri Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Rama Krisna Prasetya pada Minggu (26/7). Lokasinya berada di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo.
Appi mengatakan, kehadiran MCH kedua ini merupakan bukti keseriusan Pemkot Makassar dalam menyediakan ruang yang mampu mendorong kreativitas, kolaborasi, hingga pengembangan talenta generasi muda. Ia mengaku bersyukur karena cita-cita menghadirkan ruang kreatif tambahan akhirnya dapat diwujudkan.
MCH Nabuka Nusantara diharapkan menjadi rumah bagi anak muda untuk belajar, berkarya, sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Keberhasilan MCH pertama di kawasan Pantai Losari, kata dia, menjadi alasan kuat pemerintah memperluas program tersebut.
"Kita membuat Creative Hub ini dengan satu keyakinan bahwa ruang-ruang kreatif yang ada di Kota Makassar harus disediakan sebagai infrastruktur utama untuk mensupport segala kegiatan yang akan dilakukan oleh anak muda Kota Makassar," kata Appi.
Selama beroperasi, MCH Losari telah menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala lokal, nasional, hingga internasional yang berkontribusi terhadap berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif di Makassar.
Appi juga mengungkapkan bahwa pada awal pembentukan MCH sempat muncul keraguan dari sejumlah pihak. Namun seiring berjalannya waktu, ruang kreatif tersebut justru membuktikan manfaatnya sebagai pusat pengembangan keterampilan dan bahkan menjadi lokasi studi bagi berbagai daerah di Indonesia.
"Dulu sempat ada negative tone. Tapi kami buktikan bahwa tempat ini dipakai anak-anak muda untuk upskilling dan upgrading kemampuan mereka. Bahkan menjadi salah satu tujuan belajar bagi saudara-saudara kita dari berbagai daerah di Indonesia," tambahnya.
Karena itu, Appi meminta seluruh organisasi perangkat daerah memanfaatkan MCH Nusantara sebagai lokasi kolaborasi lintas sektor tanpa menghilangkan independensi pengelolaan oleh komunitas kreatif.
Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan pembangunan tiga Makassar Creative Hub hingga akhir tahun ini. Dengan bertambahnya jumlah ruang kreatif, Appi berharap semakin banyak kegiatan positif yang lahir dan mampu memperkuat posisi Makassar sebagai kota kreatif.
Jadi Best Practice Versi APEKSI
Program ini juga sebelumnya terpilih sebagai salah satu best practice versi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI. Program itu dinilai layak menjadi contoh daerah lain.
Hal itu mengemuka saat tim APEKSI Komwil VI yang dipimpin oleh Manajer, Talib Mustafa melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Balai Kota, Rabu (15/10/2025). Diketahui, APEKSI Komwil VI merupakan asosiasi yang menaungi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
Talib Mustafa menjelaskan program MCH ini akan didokumentasikan dalam buku tahunan APEKSI yang berisi praktik terbaik kota-kota di Indonesia Timur. Dia menyebut, dokumentasi best practice ini penting agar praktik terbaik di satu kota dapat ditiru dan dikembangkan kota lain, sehingga inovasi daerah bisa saling menguatkan.
"Makassar Creative Hub ini kami anggap menonjol karena menjawab langsung kebutuhan generasi muda. Kami ingin menuliskannya lebih detail agar bisa jadi referensi kota lain," jelas Talib dalam keterangannya.
(asm/alk)

