Awal Mula Dosen PNUP Diduga Lecehkan 3 Mahasiswi Modus Perbaiki Nilai

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Sabtu, 09 Mei 2026 08:02 WIB
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Makassar -

Oknum dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial IS, diduga melecehkan tiga mahasiswi. Aksi bejat IS dilakukan dengan modus memberi ujian perbaikan nilai.

Kasus bermula dari seorang korban mahasiswi yang hendak menjalani ujian perbaikan nilai. Korban saat itu berjanjian dengan temannya, mahasiswa lain, untuk datang bersamaan karena sama-sama hendak menjalani ujian serupa meski jadwal waktunya berbeda.

"Awalnya 2 mahasiswa mau perbaiki nilai tapi dipisah jadwalnya, ada jam 8 dan ada jam 10, tapi karena ini sudah menjadi rahasia umum jadi saling menghubungi untuk datang bersamaan supaya yang ditakutkan tidak terjadi," kata Presiden BEM PNUP Hendra Saputra kepada detikSulsel, Kamis (7/5/2026).

Belakangan, dosen IS disebut memisah ruang ujian korban dan mahasiswa lainnya. Hendra pun menduga pemisahan ruangan hanya modus agar aksi dosen IS berjalan lancar.

"Tapi pasnya datang, malahan proses ujiannya itu dipisah ruangannya. Jadi kayak di ruangan A dan ruangan B yang notabenenya kalaupun memang dibilang supaya tidak saling baku contek," terang Hendra.

Selama proses ujian, dosen IS disebut hanya mengawasi ruangan korban yang merupakan perempuan hingga terjadi pelecehan. Korban sempat menolak namun terus dipaksa oleh dosen IS.

"Dia pitting begitu, dia tarik supaya dekat dia dari pernyataan korban. Sementara korban dan pelaku tidak akrab, korban sudah menolak tapi tetap dipaksa," katanya.

Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pengurus BEM PNUP. Hingga akhirnya, mahasiswi lainnya yang juga diduga menjadi korban pelecehan dosen IS kemudian turut melapor ke pengurus BEM yang jumlahnya tiga orang.

"Dia kayak memegang mahasiswa, dia merangkul mahasiswa, menarik mahasiswa untuk dekat dengan dia, memegang kepalanya melihat area tubuh mahasiswa dengan tidak pantas, melotot begitu," jelasnya.

Hendra mengatakan bahwa perbuatan oknum dosen tersebut sudah menjadi rahasia umum di jurusan tempatnya mengajar. Hanya saja, baru ada korban yang berani bicara dan melaporkannya.

"Ada saksi punya teman angkatan 2021 dan dia dia menyebutkan tindakan ini sudah lama. Nah, kalau sekarang kita melihat angkatan 2021 itu sebenarnya sudah lulus dari kampus. Iya betul (baru ada berani melapor), pembacaannya saya pada waktu itu banyak yang tidak melapor," terangnya.



Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"


(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork