Oknum Dosen PNUP Makassar Diduga Lecehkan 3 Mahasiswi Modus Perbaiki Nilai

Oknum Dosen PNUP Makassar Diduga Lecehkan 3 Mahasiswi Modus Perbaiki Nilai

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 08 Mei 2026 09:31 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan 3 mahasiswi PNUP Makassar. Foto: iStock
Makassar -

Oknum dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial IS diduga melecehkan tiga mahasiswi. IS diduga melancarkan aksinya dengan modus perbaikan nilai.

Dugaan pelecehan itu terungkap dari seorang korban yang berani buka suara ke pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNUP. Korban mengaku dilecehkan dosen IS saat tengah menjalani perbaikan nilai.

"Awalnya 2 mahasiswa mau perbaiki nilai tapi dipisah jadwalnya, ada jam 8 dan ada jam 10, tapi karena ini sudah menjadi rahasia umum jadi saling menghubungi untuk datang bersamaan supaya yang ditakutkan tidak terjadi," kata Presiden BEM PNUP Hendra Saputra kepada detikSulsel, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata dia, keduanya ternyata menjalani proses ujian perbaikan nilai secara terpisah. Hendra pun menduga pemisahan ruangan hanya modus agar aksi dosen IS berjalan lancar.

"Tapi pasnya datang, malahan proses ujiannya itu dipisah ruangannya. Jadi kayak di ruangan A dan ruangan B yang notabenenya kalaupun memang dibilang supaya tidak saling baku contek," terang Hendra.

ADVERTISEMENT

Selama proses ujian, dosen IS disebut hanya mengawasi ruangan korban yang merupakan perempuan hingga terjadi pelecehan. Korban sempat menolak namun terus dipaksa oleh dosen IS.

"Dia pitting begitu, dia tarik supaya dekat dia dari pernyataan korban. Sementara korban dan pelaku tidak akrab, korban sudah menolak tapi tetap dipaksa," katanya.

Korban Lain Ikut Melapor

Mahasiswi lainnya yang juga diduga menjadi korban pelecehan dosen IS kemudian turut melapor ke pengurus BEM PNUP. Pelaku disebut melancarkan aksinya dengan modus yang sama yakni merangkul korban.

"Dia kayak memegang mahasiswa, dia merangkul mahasiswa, menarik mahasiswa untuk dekat dengan dia, memegang kepalanya melihat area tubuh mahasiswa dengan tidak pantas, melotot begitu," jelasnya.

Hendra mengatakan bahwa perbuatan oknum dosen tersebut sudah menjadi rahasia umum di jurusan tempatnya mengajar. Hanya saja, baru ada korban yang berani bicara dan melaporkannya.

"Ada saksi punya teman angkatan 2021 dan dia dia menyebutkan tindakan ini sudah lama. Nah, kalau sekarang kita melihat angkatan 2021 itu sebenarnya sudah lulus dari kampus. Iya betul (baru ada berani melapor), pembacaannya saya pada waktu itu banyak yang tidak melapor," terangnya.

Kasus Dilaporkan ke Satgas PPKS PNUP

Diketahui, kasus ini sendiri telah dilaporkan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) pada Senin (13/4). Setelah melapor, pihaknya diminta untuk menghadirkan ketiga korban untuk dimintai keterangan.

"Per tanggal 13 April kami melapor ke Satgas bahwa ada tindakan kekerasan (seksual) karena saya merasa hal ini tidak bisa dianggap enteng. Setelah pelaporan saya diminta untuk menghadirkan korban, untuk diwawancarai. Kami hadirkan lah tiga korban," beber Hendra.

"Saat ini sudah dinonaktifkan per tanggal 20 April, katanya dia (IS) sudah dinonaktifkan, pelaku ini. Dinonaktifkan sampai ada tindakan, putusan direktur selanjutnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas PPKS PNUP Makassar, Andi Musdariah belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Dia mengaku saat itu sedang menghadiri acara dan mengarahkan untuk menghubungi humas.

"Saya lagi ada kegiatan, nanti coba hubungi humas untuk difasilitasi wawancara dengan pejabat terkait," katanya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads