Tangis 2 Mahasiswi UIN Gorontalo Diduga Dilecehkan Kaprodi

Tangis 2 Mahasiswi UIN Gorontalo Diduga Dilecehkan Kaprodi

Tim detikcom - detikSulsel
Jumat, 23 Okt 2026 08:30 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo
Foto: Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo. (Apris Nawu/detikcom)
Gorontalo -

Dua mahasiswi Universitas Negeri Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo berinisial M (24) dan A (24) menangis usai diduga dilecehkan dosen inisial NI saat bimbingan skripsi. Tangis mahasiswi itu membuat NI yang juga ketua program studi (Kaprodi) Sosiologi Agama dipolisikan hingga diberhentikan sementara atau skorsing.

Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di ruangan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Sultan Amai Gorontalo pada Rabu (21/10). Saat itu, kedua mahasiswi semester 10 itu mendatangi oknum dosen tersebut untuk bimbingan skripsi.

"Ya, kejadian itu saat sementara bimbingan skripsi," kata Kakak korban, Hendra P (27) saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendra mengatakan adiknya menangis usai diduga mendapatkan perlakuan tak senonoh oleh oknum dosen tersebut. Dia mengaku langsung dihubungi adiknya melalui panggilan video.

"Adik saya meminta saya segera datang ke kampus untuk membantunya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Hendra kemudian bergegas ke kampus setelah diminta sang adik. Saat tiba di kampus, dia mendapati adiknya dan temannya di dalam ruangan dalam kondisi menangis dan ketakutan.

"Setibanya di ruangan, saya mendapati keduanya dalam kondisi ketakutan dan terus menangis setelah dilecehkan oknum dosen ini," beber Hendra.

Setelah mendengarkan cerita adiknya, Hendra lalu melaporkan oknum dosen itu ke Polresta Gorontalo Kota. Laporan dilayangkan pada hari itu juga.

"Kami sudah lapor ke Polresta Gorontalo Kota," katanya.

Oknum Dosen Diberhentikan Sementara

Wakil Rektor (Warek) III UIN Sultan Amai Gorontalo Sahmin Madina mengatakan oknum dosen tersebut telah dipanggil dan dimintai keterangan terkait kasus dugaan pelecehan tersebut. NI yang juga menjabat sebagai Kaprodi Sosiologi Agama mengakui kesalahannya.

"Kami Fakultas Ushuluddin dan Dakwah langsung bergerak setelah kejadian ini dan yang bersangkutan mengakui sendiri kesalahannya dan dia juga sudah menyerahkan diri ke Polresta Gorontalo Kota setelah dilaporkan dua mahasiswi," kata Sahmin kepada detikcom, Kamis (22/10).

Dia mengungkapkan, pihak kampus telah menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara kepada NI. Keputusan tersebut untuk memudahkan proses pemeriksaan yang berlangsung di lingkungan kampus dan di kepolisian.

"Pimpinan UIN Sultan Amai Gorontalo secara resmi telah memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara kepada oknum dosen yang bersangkutan dari jabatannya di lingkungan kampus guna memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut," jelas Sahmin.

Satgas Etik universitas juga masih mendalami kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Sahmin menegaskan pihaknya berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.

"Satgas Etik saat ini tengah bekerja secara intensif untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait guna mengusut tuntas kasus ini secara objektif dan transparan," tegasnya.

Selain itu, pihak kampus juga memberikan pendampingan psikologi kepada kedua korban. Pihak kampus menjamin kedua mahasiswi itu mendapatkan haknya agar tetap bisa menyelesaikan studi.

"Sebagai langkah perlindungan psikologis dan independensi bagi korban, pihak Dekanat telah mencabut Surat Keputusan Pembimbing Skripsi yang sebelumnya menghubungkan antara dosen tersebut dengan mahasiswa yang bersangkutan," bebernya.

"Pihak kampus akan menjamin penyelesaian studi bagi mahasiswa bersangkutan, serta memastikan bahwa hak-hak akademik korban tidak terbengkalai," tambahnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads