Pria berinisial A (46) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas ditikam menggunakan sangkur oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dua orang pelaku telah ditangkap, satu diantaranya tewas ditembak karena melakukan perlawanan.
Korban A diserang di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Yahukimo, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIT. Jenazah korban diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan pihak keluarga pada Senin (12/10).
"Warga berinisial A meninggal dunia dibacok menggunakan sajam jenis sangkur. (Korban) dari Makassar," ujar Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (12/10).
Dirangkum detikcom, berikut 6 fakta pria Makassar dibunuh KKB di Yahukimo saat atur sembako:
1. Korban Bongkar Sembako dari Truk
Kombes Yusuf mengatakan korban awalnya membongkar sembako dari atas truk ke dalam rumah toko (ruko). Saat itu korban bersama seorang saksi yang merupakan pemilik toko.
"Sekitar pukul 17.30 WIT, saksi bersama korban melakukan pembongkaran muatan sembako dari dalam truk di area Ruko Blok B," kata Yusuf.
Yusuf menuturkan saksi kemudian masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang yang baru dibongkar. Tak berselang lama, saksi mendengar teriakan seorang perempuan di luar ruko.
"Sekitar pukul 18.12 WIT, saksi mendengar teriakan seorang perempuan dari luar ruko. Saat keluar untuk memeriksa, saksi melihat korban telah tersungkur di tanah dengan sebilah sangkur tertancap pada rusuk sebelah kanan," beber Yusuf.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun korban dinyatakan meninggal akibat luka yang dialami.
"Saksi menggunakan truk yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut sembako untuk membawa korban ke RSUD Dekai. Korban selanjutnya dinyatakan meninggal dunia," terangnya.
2. Korban Dituding Intelijen Aparat
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo yang menerima laporan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di tengah penanganan kasus, beredar informasi di media sosial yang mengaitkan korban dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI.
"Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai untuk menghidupi keluarganya," tegas Yusuf.
Polisi menduga isu korban anggota intelijen merupakan propaganda KKB. Saat ini, polisi mendalami keterlibatan KKB pimpinan Kopitua Heluka dalam peristiwa itu.
"Terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. Dugaan ini masih didalami," kata Yusuf.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
(hsr/hsr)