Jenazah Pria Diduga Dibunuh KKB Papua Dipulangkan ke Makassar

Papua Pegunungan

Jenazah Pria Diduga Dibunuh KKB Papua Dipulangkan ke Makassar

Wempie Yance - detikSulsel
Senin, 12 Okt 2026 21:02 WIB
Jenazah pria berinisial A, korban pembacokan diduga KKB di Yahukimo, dipulangkan ke Makassar.
Foto: Jenazah pria berinisial A, korban pembacokan diduga KKB di Yahukimo, dipulangkan ke Makassar. (dok. istimewa)
Yahukimo -

Jenazah pria berinisial A (46) yang diduga korban pembacokan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dipulangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban akan dimakamkan di kampung halamannya.

"Diterbangkan ke kampung halamannya dan didampingi dari pihak keluarga," ujar Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Jenazah korban diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter, pada Senin (12/10) pagi. Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenazah diterbangkan menuju Makassar. Hari ini juga, Timika hanya transit saja," kata Yusuf.

Dia menambahkan bahwa korban merupakan wiraswasta. Korban dibacok di depan sebuah ruko setelah membantu menurunkan barang dari truk.

ADVERTISEMENT

"Dia (korban) seperti supplier antar-antar barang dagangan," imbuhnya.

Diketahui, korban dibacok di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Yahukimo pada Minggu (11/10) sekitar pukul 18.15 WIT. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Dekai, namun nyawanya tidak tertolong.

"Warga berinisial A meninggal dunia dibacok menggunakan sajam jenis sangkur. (Korban) dari Makassar," kata Kombes Yusuf.

Dia menuturkan beredar isu di media sosial yang mengaitkan korban dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI. Yusuf menegaskan informasi itu tidak benar dan penyidik kini mendalami keterlibatan KKB dalam kematian korban.

"Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai, untuk menghidupi keluarganya," tegasnya.

"Terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. Dugaan ini masih didalami," tambah Yusuf.



(hsr/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads