Bentrok di Lutim Pecah Lagi, Massa Lepas Tembakan Senpi Rakitan

Bentrok di Lutim Pecah Lagi, Massa Lepas Tembakan Senpi Rakitan

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Sabtu, 17 Okt 2026 13:09 WIB
Bentrokan pecah di Kecamatan Wotu, Luwu Timur.
Foto: Bentrokan pecah di Kecamatan Wotu, Luwu Timur. (dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Bentrokan dua kelompok pemuda kembali terjadi di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), imbas dua pelajar tewas terlindas truk. Massa sempat melepaskan tembakan dari papporo alias senjata api (senpi) rakitan.

"Masih masalah laka lantas (pemicu bentrokan)," kata Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu kepada detikSulsel, Sabtu (17/10/2026).

Bentrokan terjadi di Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Lampena, Kecamatan Wotu, Jumat (16/10) sekitar pukul 22.30 Wita. Perang kelompok melibatkan kubu pemuda Dusun Saluborro, Desa Bawalipu dengan kelompok pemuda Dusun Kau, Desa Lampenai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tidak ada, (bentrokan) antara Saluborro dan Kau," tutur Simon.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lutim, AKP Husain menjelaskan, awalnya sekitar 50 pemuda Dusun Saluborro berupaya melempar batu ke kelompok Dusun Kau. Polisi turun ke lokasi setelah menerima laporan.

ADVERTISEMENT

"Pemuda Saluborro kemudian melakukan pembakaran ban bekas di Jalan Poros Masamba-Wotu," ucap Husain.

Selang beberapa waktu, pemuda Saluborro melakukan penyerangan dan terjadilah bentrokan. Saat itulah, terdengar suara tembakan senjata rakitan dari salah satu kelompok.

"Dusun Saluborro sempat mundur dan terjadi saling lempar batu serta terdengar bunyi letusan senjata rakitan (papporo) dari pemuda Dusun Saluborro," bebernya.

Bentrokan sempat terhenti saat pihak kepolisian mencoba melerai kejadian. Namun beberapa pemuda tetap melakukan perlawanan dengan melempar polisi.

"Kelompok pemuda dari Saluborro melakukan pelemparan ke personel polres gabungan sehingga pihak polisi memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali," ujarnya.

Kedua massa tidak menghiraukan tembakan peringatan dan tetap melakukan aksi lempar batu. Bentrokan baru bisa diredakan sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (17/10).

"Syukurnya korban jiwa tidak ada, saat ini kami meminta tambahan personil melalui kabag Ops Polres Lutim," imbuh Husain.

Diketahui, 2 pelajar SMA bernama Fausi (16) dan Suwaid (16) tewas terlindas truk di Jalan Trans Sulawesi, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, Rabu (7/10) sekitar pukul 20.58 Wita. Kedua korban yang boncengan motor diduga hendak mendahului pengendara lain.

Namun korban diduga kehilangan kendali dan terjatuh tepat di samping kanan belakang truk. Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Belakangan beredar informasi bahwa kedua korban ternyata sempat dikejar oleh sekelompok orang berujung tewas kecelakaan. Kendati begitu, polisi masih melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

"Saat ini saya belum komunikasi lantas, tapi kalau lakalantas dan ada tindak pidananya pasti penyidik lakalantas profesional," pungkas Husain.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads