Kronologi Pria Asal Makassar Tewas Diduga Dibunuh KKB Papua

Papua Pegunungan

Kronologi Pria Asal Makassar Tewas Diduga Dibunuh KKB Papua

Wempie Yance - detikSulsel
Senin, 12 Okt 2026 21:33 WIB
Pria berinisial A (46) tewas diduga ditikam menggunakan sangkur oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Foto: Pria tewas diduga ditikam menggunakan sangkur oleh KKB di Yahukimo. (dok. istimewa)
Yahukimo -

Pria berinisial A (46) tewas diduga ditikam menggunakan sangkur oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pria asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu diduga diserang KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka.

Korban tewas ditikam di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Yahukimo, pada Minggu (11/10) sekitar pukul 18.15 WIT. Korban awalnya membantu saksi menurunkan barang dari truk ke dalam ruko.

"Sekitar pukul 17.30 WIT, saksi bersama korban melakukan pembongkaran muatan sembako dari dalam truk di area Ruko Blok B," kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusuf menuturkan saksi kemudian masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang yang baru dibongkar. Tak berselang lama, saksi mendengar teriakan seorang perempuan di luar ruko.

"Sekitar pukul 18.12 WIT, saksi mendengar teriakan seorang perempuan dari luar ruko. Saat keluar untuk memeriksa, saksi melihat korban telah tersungkur di tanah dengan sebilah sangkur tertancap pada rusuk sebelah kanan," beber Yusuf.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun korban dinyatakan meninggal akibat luka yang dialami.

"Saksi menggunakan truk yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut sembako untuk membawa korban ke RSUD Dekai. Korban selanjutnya dinyatakan meninggal dunia," terangnya.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo yang menerima laporan mendatangi lokasi. Di tengah penanganan kasus, beredar informasi di media sosial yang mengaitkan korban dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI.

"Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai untuk menghidupi keluarganya," tegasnya.

Polisi menduga isu korban anggota intelijen merupakan propaganda KKB. Saat ini, polisi mendalami keterlibatan KKB pimpinan Kopitua Heluka dalam peristiwa itu.

"Terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. Dugaan ini masih didalami," kata Yusuf.

Dia menambahkan jenazah korban dipulangkan ke kampung halamannya di Makassar. Jenazah korban diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter, pada Senin (12/10).

"Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya.



(hsr/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads