Seorang santri berinisial AJ (16) menjadi korban penganiayaan di Pondok Pesantrean Ma'had Imam Asy-Syafi'i (Ponpes Mahis) Cabang Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diduga dianiaya oleh oknum guru berinisial AD (21) dan R yang merupakan anak dari mantan pimpinan di ponpes tersebut.
Ibu korban berinisial MA mengatakan anaknya dianiaya oleh pelaku di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Sidrap pada Selasa (23/6) sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, korban awalnya dipanggil oleh kedua terduga pelaku untuk keluar dari asrama ponpes.
"Iya anak saya jadi korban (penganiayaan). Ini pelaku panggil anak saya keluar asrama kemudian melakukan penganiayaan dengan memukul wajah dan kepala anak saya dengan tangan," kata MA kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Penganiayaan itu membuat korban mengalami luka memar di bagian mata dan pipi kanan. MA mengaku tidak terima anaknya dianiaya sehingga melaporkan kedua pelaku ke polisi.
"Anak saya luka memar di bagian mata dan pipi kanan. Makanya saya laporkan kasus ini agar dapat diproses ini para pelaku," tegasnya.
"Terlapor ini anak dari pimpinan Ponpes makanya saya lapor ke polisi agar dapat diproses secara hukum dengan transparan," imbuhnya.
Kedua Pelaku Diduga Tersinggung
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Krisyana mengonfirmasi pihaknya tengah menangani laporan dugaan penganiayaan dari orang tua korban. Berdasarkan penyelidikan sementara, kedua pelaku diduga memukul korban karena tersinggung.
"Perbuatan yang dilakukan oleh terlapor dilatarbelakangi adanya ketersinggungan atas kata-kata korban," kata AKP Welfrick kepada detikSulsel, Jumat (10/7).
Sementara itu, pimpinan Ponpes Mahis Enrekang, Muh Alim Bahri mengatakan, korban merupakan santri di Mahis Cabang Sidrap. Sementara kedua terlapor yang mengajar di Mahis Cabang Enrekang sudah dikenakan sanksi atas perbuatannya.
"Kedua pengajar itu sudah di-skorsing, dan surat skorsingnya sudah diserahkan tanggal 30 Juni, sebelum beritanya viral di media sosial," ungkap Alim.
Alim mengaku tidak mengetahui pasti kronologi dan pemicu dugaan penganiayaan tersebut. Dia berdalih peristiwa itu terjadi sebelum dirinya menjadi pimpinan ponpes.
"Peristiwa tersebut terjadi sebelum saya menjadi pimpinan. Setelah ditunjuk menjadi pimpinan saya hanya memanggil ayahnya dan pihak yayasan untuk memutuskan tindakan apa yg diambil bagi kedua pelaku," paparnya.
Simak Video "Video: Modus Pijat Malam, Oknum Kyai Cabuli 5 Santriwati"
(hmw/hmw)