Tanda-tanda Mencurigakan di Balik Wanita Tewas Tergantung di BTP Makassar

Tanda-tanda Mencurigakan di Balik Wanita Tewas Tergantung di BTP Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 11 Jul 2026 08:00 WIB
Jenazah wanita muda ditemukan tewas tergantung di BTP Makassar dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel.
Jenazah wanita muda ditemukan tewas tergantung di BTP Makassar dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel. Foto: (Reindhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Wanita berinisial AATPA (23) ditemukan tewas tergantung di kosnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ayah korban, Andi Basi Ryadi Mappasulle, menduga kematian anaknya tidak wajar karena ada luka lebam dan bercak darah di wajahnya.

Korban ditemukan tewas tergantung di kosnya, Jalan Bontoramba, sekitar Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Kamis (9/7) malam. Andi Baso awalnya dimintai persetujuan anaknya diautopsi, namun meminta keputusan itu disampaikan setelah pihak keluarga melihat langsung kondisi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi malam saya mendengar berita dari Pak Kanit di Polsek Tamalanrea saya langsung meluncur ke Makassar. Di tengah jalan saya dimintai persetujuan untuk autopsi, nah saya bilang tunggu saya, saya mau melihat kondisi anak saya," ujar Andi Baso kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Andi Baso langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi anaknya setelah tiba di Makassar. Dia pun mengaku melihat luka lebam dan bercak darah pada wajah anaknya.

ADVERTISEMENT

"Saya lihat ada lebam di pipi kanan ya, terus ada bercak-bercak di mukanya (wajahnya) itu," ujar ayah korban," ungkapnya.

Kondisi itu membuatnya memutuskan untuk menyetujui autopsi setelah melihat kondisi anaknya. Menurutnya, kematian anaknya tidak wajar sehingga perlu dilakukan pendalaman.

"Saya langsung mengambil keputusan untuk melakukan autopsi karena saya melihat ada ketidakwajaran. Selebihnya saya serahkan ke petugas Dan saya yakin petugas akan bekerja profesional," ujarnya.

Andi Baso mengatakan bahwa anaknya merupakan sosok pendiam. Korban hanya beberapa kali curhat kepada kakaknya terkait permasalahan pekerjaan sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Sampai sekarang kita tidak pernah dengar masalah dari dia, cuman dia memang biasa mengeluh sama kakaknya saja. Dia sering mengeluh soal pekerjaan, padahal sudah di sudah dipersiapkan untuk mendaftar di CPNS," bebernya.

Korban Ditemukan Anak Pemilik Kos

Korban awalnya ditemukan anak pemilik kos bernama Putri yang curiga pintu kamarnya terbuka. Sementara korban tidak ada di dalam kamarnya.

"Awalnya saksi anak pemilik kos menemukan kamar kos korban dalam keadaan terbuka. Saksi mengecek kamar korban namun tidak melihat korban berada di dalam kamarnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail kepada wartawan, Jumat (10/7).

Ismail mengatakan, kecurigaan muncul setelah anak pemilik kos itu berusaha menelepon ponsel korban namun tidak dijawab. Lalu Putri meminta tolong adiknya untuk mencari korban, hingga akhirnya mereka menemukannya sudah dalam kondisi tewas tergantung di tiang balkon.

"Korban meninggal dunia dalam posisi tergantung di tiang kanopi yang berada di balkon gedung kos," katanya.

Setelah kejadian ini, jenazah korban kemudian dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel. Polisi akan melakukan pemeriksaan lanjut termasuk autopsi setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarganya.

"Jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sebut Ismail.



(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads