Perut Tetap Buncit Meski Stop Makan Nasi Putih? Mungkin Ini Penyebabnya

Perut Tetap Buncit Meski Stop Makan Nasi Putih? Mungkin Ini Penyebabnya

Tim detikHealth - detikSulsel
Kamis, 22 Okt 2026 23:00 WIB
White rice in bowl
Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
Jakarta -

Langkah awal yang kerap kali dilakukan banyak orang ketika ingin mengecilkan perut buncit adalah berhenti mengonsumsi nasi putih. Namun, tak sedikit yang merasa heran dan frustasi lantaran lingkar perut tak berkurang, meski sudah tidak lagi menyentuh nasi.

Dilansir dari detikHealth, berhenti mengonsumsi nasi putih tidak menjamin lingkar perut seseorang akan berkurang. Melihat maraknya ketakutan terhadap nasi putih, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa nasi pada dasarnya bukanlah makanan yang harus dihindari secara ekstrem.

"Berarti sebenarnya enggak perlu si nasi ini bener-bener dikurangin atau disetop sama sekali. Masih boleh makan nasi, cuma memang porsinya mulai dikurangin," ujar dr Yaze.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait penyebab perut tetap buncit meski telah memangkas konsumsi nasi putih, dr Yaze menjelaskan penyebab utamanya kerap dipicu oleh kebiasaan mengganti dengan jenis karbohidrat lain, yang justru tinggi kalori.

ADVERTISEMENT

"Biasanya orang ngerasa nasi itu dimusuhin, nggak perlu dimakan lagi. Tapi masih makan karbohidrat yang lain, malah misalnya karbohidrat simpleks yang dimakan, misalnya kayak mi, gorengan, atau roti," ungkap dr Yaze.

dr Yaze juga menegaskan bahwa berbagai makanan olahan tepung seperti bakmi, bakso, hingga dimsum merupakan kelompok karbohidrat sederhana (simpleks). Sehinggga, mengonsumsi makanan ini secara rutin akan menggagalkan upaya memangkas lemak di perut.

"Jadi misalnya kamu udah enggak makan nasi, tapi masih makan bakmi, makan bakso, siomay, atau misalnya dimsum, ya sama aja. Itu kan karbo juga, malah karbo simpleks. Jadi bikin kamu cepat lapar lagi, jadi akhirnya kalorinya nambah lagi," paparnya.

Menurutnya, kunci utama untuk mengatasi perut buncit bukan dengan memusuhi atau menghentikan konsumsi nasi secara total, melainkan mengontrol porsinya dan membatasi asupan olahan tepung lainnya yang berlebih.

"Jadi si nasi putih ini tetap nggak juga jadi 'haram' untuk dimakan, masih boleh, nggak perlu juga di-cut. Cuma memang porsinya lebih sedikit," tegasnya.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads