Waspada, 4 Gangguan Mata Ini Bisa Menyerang Tanpa Gejala

Waspada, 4 Gangguan Mata Ini Bisa Menyerang Tanpa Gejala

Tim detikHealth - detikSulsel
Jumat, 16 Okt 2026 22:30 WIB
ilustrasi bulu mata
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999)
Makassar -

Merasa mata baik-baik saja karena penglihatan belum terganggu? Tetap waspada, karena sejumlah gangguan penglihatan tidak selalu ditandai dengan pandangan buram atau rasa sakit, bahkan beberapa penyakit dapat berkembang diam-diam tanpa disadari.

Dilansir dari detikHealth, Pelaksana Tugas Direktur Jendral Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni MA, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu penglihatan terganggu untuk melakukan pemeriksaan mata. Melalui pemeriksaan secara berkala gangguan mata dapat dicegah maupun dideteksi lebih dini.

Senada, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PP PERDAMI), Prof dr Budu PhD Sp M(K) M Med Es, juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gangguan mata. Sebab, menunggu sampai mata terasa bermasalah bisa membuat penanganan terlambat. Lantas, gangguan penglihatan apa saja yang perlu diwaspadai?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Glaukoma

Glaukoma dikenal sebagai pencuri penglihatan karena dapat merusak saraf optik secara bertahap. Namun, pada tahap awal penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali.

Ketika telah terjadi kerusakan saraf optik, kehilangan penglihatan yang ditimbulkan bisa bersifat permanen. Karena itu, pemeriksaan mata diperlukan untuk membantu mendeteksi kondisi ini dan menentukan penanganan yang sesuai.

ADVERTISEMENT

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu sampai penglihatan semakin terganggu untuk memeriksakan mata.

Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik merupakan gangguan penglihatan yang menjadi ancaman bagi penyandang diabetes. Retinopati diabetik yakni kerusakan pada retina akibat diabetes.

Gangguan mata ini bisa berkembang tanpa disadari, bahkan ketika penglihatan masih terasa normal.

Prof Budu mengingatkan agar penyandang diabetes tidak menunggu pandangan kabur untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan gangguan sebelum berkembang lebih jauh.

"Seandainya baru tahun kedua atau tahun ketiga menderita kencing manis, kemudian dia datang mengatakan, 'Saya mau periksa mata, saya khawatir ini', itu bisa dicegah," ujar Prof Budu.

Karena itu, pemeriksaan retina secara berkala dan pengendalian diabetes menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata.

Katarak

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan memburuk. Kondisi ini banyak menjadi perhatian pada kelompok usia lanjut dan termasuk salah satu penyebab utama kebutaan.

Kabar baiknya, gangguan penglihatan akibat katarak dapat ditangani melalui operasi apabila sudah memerlukan tindakan. Dokter akan menilai kondisi mata untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Menurut Prof Budu tantangan sebenarnya bukan menyediakan layanan. Namun, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan mata dan keberanian menjalani pengobatan juga penting, agar gangguan penglihatan akibat katarak tidak terus berlanjut.

Gangguan Penglihatan Pada Anak

Kebiasaan anak menyipitkan mata saat melihat papan tulis atau buku jangan dianggap sepele. Hal ini bisa jadi tanda ada gangguan mata pada anak.

Kebiasaan tersebut bisa menjadi tanda kondisi kelainan refraksi seperti rabu jauh atau miopia. Anak terkadang belum menyadari atau belum mampu menjelaskan bahwa penglihatannya bermasalah.

Andi mengingatkan orang tua dan guru agar lebih peka terhadap tanda-tanda tersebut. Deteksi dini diperlukan untuk memastikan adanya gangguan yang dapat memengaruhi proses belajar dan tumbuh kembang anak.

Jika anak telah menunjukkan tanda-tanda tersebut, pemeriksaan mata dapat membantu memastikan apakah ada gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Selain mengenali tanda gangguan penglihatan, masyarakat perlu memperhatikan kebiasaan saat menggunakan komputer atau gawai. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik.

Namun, istirahat dari layar bukan satu-satunya langkah yang perlu dilakukan. Pemeriksaan mata tetap penting, terutama bagi penyandang diabetes, orang yang mengalami keluhan penglihatan, atau anak-anak yang menunjukkan tanda gangguan penglihatan.

Jika penglihatan tiba-tiba menurun, mata merah disertai nyeri hebat, muncul kilatan cahaya atau banyak bintik melayang secara mendadak, maupun terjadi penglihatan ganda secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis.

Andi menegaskan bahwa masyarakat perlu mengenali tanda gangguan penglihatan dan tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan.

"Jangan menunggu mata bermasalah, kenali tanda gangguan penglihatan, lakukan skrining dan pemeriksaan secara berkala, dan segera tindak lanjuti apabila ditemukan gangguan," kata Andi.

Jadi, jangan tunggu pandangan buram dulu baru memeriksakan mata. Sebab, mata yang terasa baik-baik saja belum tentu bebas dari gangguan penglihatan.

Nah, itulah 4 gangguan penglihatan yang menyerang diam-diam hingga merusak mata, tanpa menunjukkan gejala detikers. Semoga bermanfaat.



(alk/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads