Duduk Perkara Warga Bakar Mobil-Ekskavator PT Askon Morowali

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 08:30 WIB
Ricuh di kawasan PT Askon Morowali berujung mobil hingga ekskavator dibakar. Foto: (dok. istimewa)
Morowali -

Aksi warga protes polusi tambang di kawasan PT Astima Konstruksi (Askon) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), berakhir ricuh. Massa membakar sejumlah mobil hingga alat berat seperti ekskavator.

Kericuhan bermula saat aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat di kawasan PT Askon, Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, pada Jumat (2/10/2026). Belakangan, aksi warga berkembang menjadi pemblokiran jalan hingga bentrokan fisik di area perusahaan.

Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri mengatakan aksi ini merupakan bentuk keresahan warga karena dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas PT Askon. Dia menyebut warga terdampak debu dari truk hingga ke dalam rumah.

"Masyarakat Matarape turun ke jalan karena dampaknya sudah sangat parah. Debu dari lalu lalang truk hauling yang masuk sampai ke dalam rumah warga itu jelas bukti pengawasan lingkungan perusahaan ini buruk," kata Safri dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Safri menyebut ancaman paparan debu tebal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan permukiman. Namun berpotensi memicu gangguan kesehatan serius serta merusak sektor pertanian warga akibat paparan debu pada tanaman.

Selain persoalan pencemaran lingkungan, Safri turut mengecam keras dugaan pengerahan Tenaga Kerja Asing (TKA) serta penggunaan alat berat untuk membubarkan aksi warga di lokasi kejadian. Menurutnya, tindakan represif semacam itu tidak sepatutnya terjadi dalam penanganan penyampaian aspirasi masyarakat.

"Jika ada warga yang terluka, kendaraan rusak, kemudian ada pengerahan alat berat untuk menghadapi massa, ini harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat yang menyampaikan keluhan justru menjadi korban," tegas Safri.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini tidak menampik aksi unjuk rasa berakhir ricuh hingga berujung pada aksi anarkis. Dia mengatakan warga saat itu mendesak adanya penanganan serius atas dampak operasional tambang.

"Kondisi ini sempat memicu reaksi keras dari masyarakat yang mendesak adanya penanganan serius atas dampak operasional tambang tersebut," kata AKBP Reza dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Kendati demikian, Reza menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Saat ini pihaknya tengah berupaya mengendalikan situasi di lapangan secara persuasif namun tetap tegas.

Dia menyebut saat ini di lokasi sudah ada sejumlah personel dari Polres Morowali. Polres Konawe Utara juga dilibatkan dalam pengamanan di lokasi mengingat Polres tersebut yang paling terdekat dari site PT Askon.

"Jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri yang justru merugikan masyarakat luas dan melanggar hukum," ujarnya.

Sejauh ini, belum diketahui pasti jumlah kendaraan yang terbakar maupun rusak dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian masih sementara melakukan pendataan.



Simak Video "Video Pimpinan DPR soal Bebaskan Demonstran yang Ditahan: Perlu Pertimbangan"

(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork