Aksi warga memprotes polusi dari aktivitas tambang berlangsung ricuh di kawasan operasional PT Astima Konstruksi (PT Askon), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Massa membakar mobil hingga alat berat seperti ekskavator.
Dalam video dilihat detikcom, tampak mobil dan alat berat yang berada di kawasan PT Askon terbakar. Api tampak membesar dari salah satu unit alat berat, sementara beberapa kendaraan lainnya terlihat mengalami kerusakan parah.
Sejumlah mobil mengalami kerusakan parah akibat terbakar dan terkena lemparan batu. Sementara dalam video lain, terlihat sejumlah orang memegang kayu di area site perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kericuhan bermula saat aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, pada Jumat (2/10/2026). Aksi warga berkembang menjadi pemblokiran jalan hingga bentrokan fisik di area perusahaan.
"Kami meminta kepada seluruh masyarakat di Desa Matarape agar senantiasa menahan diri, tidak mudah terpancing oleh provokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada pihak berwenang," ujar Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini dalam pernyataannya, Sabtu (3/10).
Reza menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan berupaya mengendalikan situasi di lapangan secara persuasif namun tetap tegas. Dia mengingatkan warga agar tidak bertindak berlebihan yang dapat melanggar hukum.
"Jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri yang justru merugikan masyarakat luas dan melanggar hukum," tegasnya.
Guna mencegah kericuhan meluas, personel gabungan dari Polres Morowali dan Polres Konawe Utara disiagakan di sekitar lokasi kejadian. Pengamanan melibatkan Polres Konawe Utara mengingat posisinya yang paling dekat dengan site PT Askon.
Kepolisian kini tengah melakukan verifikasi, penyelidikan lebih lanjut, serta pendataan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi perusakan dan pembakaran fasilitas tersebut, sekaligus memastikan jumlah total kendaraan yang mengalami kerusakan.
