Sopir travel asal Toraja Utara, Aris Sanda tewas mengenaskan dibunuh organisasi Papua merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Insiden itu membawa duka mendalam bagi keluarga di kampung halaman hingga warga di Wamena.
Warga kampung Pilamo, Wamena, sangat terpukul dengan kematian Aris Sanda. Sebagai bentuk kepedulian, warga setempat menggelar doa bersama untuk kepergian almarhum, Kamis (17/9). Doa bersama digelar sebagai bentuk penghargaan karena almarhum banyak membantu masyarakat.
"Masyarakat di Pilamo, Wamena, dari anak sekolah sampai mama bapa duduk bersama di lapangan untuk doakan almarhum Aris Sanda, sopir lajuran asal Toraja yang sudah bantu banyak orang di pegunungan," kata salah satu warga, Mini Us Tabuni dalam keterangannya dikutip Sabtu (19/9/2026).
Mini Us Tabuni mengatakan kegiatan tersebut membuktikan masyarakat Pilamo turut berduka dan tidak mengenal suku dan agama orang lain. Warga disebut sangat menghargai siapa saja yang membantu mereka.
"Ini bukti kami masyarakat Pilamo juga ikut berduka. Kami tidak kenal suku, tidak kenal agama, kalau ada yang bantu masyarakat, kami hargai," kata dia.
"Atas nama masyarakat Pilamo, Wamena, kami sampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga di Toraja," imbuhnya.
Mini Us Tabuni lantas mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kedamaian. Dia berharap tidak ada lagi korban jiwa yang ditimbulkan dari aksi kekerasan kelompok tertentu.
"Mari kita jaga Wamena, jaga Lanny Jaya, jaga Nduga tetap damai. Tidak ada lagi mobil dibakar, tidak ada lagi korban," tegasnya.
"Kita sama-sama doakan semoga almarhum diterima di sisi Tuhan, dan semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini, semua jalan bisa aman, semua bisa cari makan dengan tenang," tambahnya.
Di sisi lain, Mini Us Tabuni turut mengungkap sosok Aris Sanda. Menurutnya, Aris Sanda merupakan sosok yang baik dan kerap membantu masyarakat membawa logistik.
"Beliau orang baik, yang selama ini bawa logistik untuk masyarakat di pegunungan," kata dia.
Warga Wamena Antar Jenazah Aris Sanda ke Bandara
Jenazah Aris Sanda diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pada Jumat (18/9). Warga mengiringi jenazah dari rumah duka di Wamena menuju bandara.
"Jenazah Aris Sanda dibawa ke bandara dengan menggunakan mobil ambulance, tampak diiringi oleh ratusan warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil," kata Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada wartawan, Jumat (18/9).
Lucky menuturkan kepergian korban bukan hanya meninggalkan duka bagi masyarakat di tiga distrik di Nduga, namun sejatinya menjadi lara bagi seluruh umat.
"Bentuk kekejaman OPM terhadap korban telah menggoreskan luka teramat dalam nilai kemanusiaan, ketuhanan, agama, adat istiadat dan kultural budaya," bebernya.
Simak Video "Video Baku Tembak Iringi Evakuasi 2 Jasad Korban Kekejian OPM di Yahukimo"
(asm/asm)