Sosok Aris Sanda Sopir Dibunuh OPM: Dermawan-Dekat dengan Warga

Sosok Aris Sanda Sopir Dibunuh OPM: Dermawan-Dekat dengan Warga

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Sabtu, 19 Sep 2026 18:33 WIB
Sopir Aris Sanda dipaksa dukung Papua merdeka sebelum dibunuh OPM di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Sopir Aris Sanda dipaksa dukung Papua merdeka sebelum dibunuh OPM di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Foto: (dok. istimewa)
Toraja Utara -

Warga Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), berduka atas kematian Aris Sanda yang dibunuh organisasi Papua merdeka (OPM). Aris Sanda dikenal sebagai sosok yang dermawan dan dekat dengan masyarakat.

"Setiap ada kegiatan rambu solo', rambu tuka' almarhum ini kalau pulang pasti ada bantuan yang diberi, contohnya ada biasa dia kasih uang untuk bantuan pembangunan," ujar Kepala Desa Tampan Bonga, Imanuel Arung Tanga saat ditemui di rumah duka, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Imanuel, Aris juga beberapa kali membantu pembangunan di Lembang Tampan Bonga, termasuk memberikan bantuan untuk kegiatan masyarakat dan pembangunan gereja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dia yang punya kegiatan, dia keluarkan babi (persembahan) untuk pembangunan Lembang Tampan Bonga," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Dalam waktu dekat kata Imanuel, korban rencananya akan pulang ke Toraja mengikuti kegiatan adat di rumahnya. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana setelah Aris meninggal dunia akibat ditembak OPM di Papua.

Imanuel juga mengenang percakapannya dengan Aris saat korban masih bekerja sebagai sopir travel di Papua. Ia mengaku pernah mengingatkan Aris mengenai kondisi keamanan di wilayah tempatnya bekerja.

"Saya tanyakan bilang Bapak Tasya (sapaan Aris Sanda), kamu tidak takut kah itu pergi bawa mobil ke Nduga, saya dengar dari sana itu daerah rawan," ujarnya.

Aris, kata Imanuel, saat itu menjawab bahwa dirinya merasa diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Dia juga kerap memuji keramahan warga Wamena.

"Dia bilang sama kami, di sana itu kakak, orang-orang itu ramah sama saya. Setiap saya ke atas, kalau mereka minta beras atau uang, tetap saya kasih. Makanya mereka baik sekali sama saya dan saya berani membawa mobil," ujarnya.

Diketahui, Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Almarhum, meninggalkan istri dan seorang anak perempuan.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads