Duka Keluarga-Warga Papua akan Kematian Aris Sanda Dibunuh OPM

Duka Keluarga-Warga Papua akan Kematian Aris Sanda Dibunuh OPM

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 20 Sep 2026 07:02 WIB
Suasana saat jenazah Aris Sanda korban pembunuhan OPM tiba di Toraja Utara.
Suasana saat jenazah Aris Sanda korban pembunuhan OPM tiba di Toraja Utara. Foto: (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel)
Toraja Utara -

Sopir travel asal Toraja Utara, Aris Sanda tewas mengenaskan dibunuh organisasi Papua merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Insiden itu membawa duka mendalam bagi keluarga di kampung halaman hingga warga di Wamena.

Warga kampung Pilamo, Wamena, sangat terpukul dengan kematian Aris Sanda. Sebagai bentuk kepedulian, warga setempat menggelar doa bersama untuk kepergian almarhum, Kamis (17/9). Doa bersama digelar sebagai bentuk penghargaan karena almarhum banyak membantu masyarakat.

"Masyarakat di Pilamo, Wamena, dari anak sekolah sampai mama bapa duduk bersama di lapangan untuk doakan almarhum Aris Sanda, sopir lajuran asal Toraja yang sudah bantu banyak orang di pegunungan," kata salah satu warga, Mini Us Tabuni dalam keterangannya dikutip Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mini Us Tabuni mengatakan kegiatan tersebut membuktikan masyarakat Pilamo turut berduka dan tidak mengenal suku dan agama orang lain. Warga disebut sangat menghargai siapa saja yang membantu mereka.

"Ini bukti kami masyarakat Pilamo juga ikut berduka. Kami tidak kenal suku, tidak kenal agama, kalau ada yang bantu masyarakat, kami hargai," kata dia.

ADVERTISEMENT

"Atas nama masyarakat Pilamo, Wamena, kami sampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga di Toraja," imbuhnya.

Mini Us Tabuni lantas mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kedamaian. Dia berharap tidak ada lagi korban jiwa yang ditimbulkan dari aksi kekerasan kelompok tertentu.

"Mari kita jaga Wamena, jaga Lanny Jaya, jaga Nduga tetap damai. Tidak ada lagi mobil dibakar, tidak ada lagi korban," tegasnya.

"Kita sama-sama doakan semoga almarhum diterima di sisi Tuhan, dan semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini, semua jalan bisa aman, semua bisa cari makan dengan tenang," tambahnya.

Di sisi lain, Mini Us Tabuni turut mengungkap sosok Aris Sanda. Menurutnya, Aris Sanda merupakan sosok yang baik dan kerap membantu masyarakat membawa logistik.

"Beliau orang baik, yang selama ini bawa logistik untuk masyarakat di pegunungan," kata dia.

Warga Wamena Antar Jenazah Aris Sanda ke Bandara

Jenazah Aris Sanda diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pada Jumat (18/9). Warga mengiringi jenazah dari rumah duka di Wamena menuju bandara.

"Jenazah Aris Sanda dibawa ke bandara dengan menggunakan mobil ambulance, tampak diiringi oleh ratusan warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil," kata Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada wartawan, Jumat (18/9).

Lucky menuturkan kepergian korban bukan hanya meninggalkan duka bagi masyarakat di tiga distrik di Nduga, namun sejatinya menjadi lara bagi seluruh umat.

"Bentuk kekejaman OPM terhadap korban telah menggoreskan luka teramat dalam nilai kemanusiaan, ketuhanan, agama, adat istiadat dan kultural budaya," bebernya.

Keluarga di Toraja Histeris

Jenazah korban tiba di Tongkonan Kalintiong, Bangkelekila, Toraja Utara, Sabtu (19/9) sekitar pukul 06.00 Wita. Kedatangan jenazah langsung disambut keluarga serta warga. Suasana duka makin terasa ketika orang tua dan saudara korban histeris hingga beberapa di antaranya pingsan.

"Pak Tasya (sapaan Aris Sanda), kenapa kamu tinggalkan kami seperti ini. Siapa lagi yang jaga anakmu nanti, kasihan Tasya," ujar keluarga yang histeris sambil memeluk keluarga lain.

Beberapa orang bahkan terlihat melompat-lompat sambil menyebut-nyebut nama korban lantaran tak kuasa menahan kesedihan. Warga terpantau terus berdatangan menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua, Zet Saalino mengatakan, pemulangan jenazah Aris Sanda tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri hingga masyarakat Toraja dan warga asli Papua.

Menurut Zet, proses pemulangan jenazah berlangsung lancar. Jenazah diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura, kemudian diterbangkan ke Makassar sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Toraja Utara tanpa kendala berarti.

"Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena jenazah almarhum saudara kami sudah tiba dengan baik di kampung halaman," kata Zet saat ditemui di Tongkonan Kalintiong.

Sosok Aris Sanda: Dermawan-Dekat dengan Warga

Aris Sanda dikenal sebagai sosok yang dermawan dan dekat dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Desa Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, kampung halaman Aris Sanda.

"Setiap ada kegiatan rambu solo', rambu tuka' almarhum ini kalau pulang pasti ada bantuan yang diberi, contohnya ada biasa dia kasih uang untuk bantuan pembangunan," ujar Kepala Desa Tampan Bonga, Imanuel Arung Tanga saat ditemui di rumah duka, Sabtu (19/9).

Menurut Imanuel, Aris juga beberapa kali membantu pembangunan di Lembang Tampan Bonga, termasuk memberikan bantuan untuk kegiatan masyarakat dan pembangunan gereja.

"Kalau dia yang punya kegiatan, dia keluarkan babi (persembahan) untuk pembangunan Lembang Tampan Bonga," ungkapnya.

Dalam waktu dekat kata Imanuel, korban rencananya akan pulang ke Toraja mengikuti kegiatan adat di rumahnya. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana setelah Aris meninggal dunia akibat ditembak OPM di Papua.

Aris Sanda Anggap Warga Papua Keluarga

Imanuel juga mengenang percakapannya dengan Aris saat korban masih bekerja sebagai sopir travel di Papua. Ia mengaku pernah mengingatkan Aris mengenai kondisi keamanan di wilayah tempatnya bekerja.

"Saya tanyakan bilang Bapak Tasya (sapaan Aris Sanda), kamu tidak takut kah itu pergi bawa mobil ke Nduga, saya dengar dari sana itu daerah rawan," ujarnya.

Aris, kata Imanuel, saat itu menjawab bahwa dirinya merasa diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Dia juga kerap memuji keramahan warga Wamena.

"Dia bilang sama kami, di sana itu kakak, orang-orang itu ramah sama saya. Setiap saya ke atas, kalau mereka minta beras atau uang, tetap saya kasih. Makanya mereka baik sekali sama saya dan saya berani membawa mobil," ujarnya.

Diketahui, Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Almarhum, meninggalkan istri dan seorang anak perempuan.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video Baku Tembak Iringi Evakuasi 2 Jasad Korban Kekejian OPM di Yahukimo"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads