Pemprov Sulsel Bangun 2 RS Regional, Layanan Kesehatan Lebih Merata

Pemprov Sulsel Bangun 2 RS Regional, Layanan Kesehatan Lebih Merata

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Senin, 21 Sep 2026 15:13 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong pembangunan 2 rumah sakit regional.
Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong pembangunan 2 rumah sakit regional. (dok. istimewa)
Makassar -

Anggota Komisi X DPR RI, Ashabul Kahfi, menilai pembangunan dua Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Gowa dan Luwu oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) merupakan langkah strategis dalam memperluas dan memeratakan akses pelayanan kesehatan masyarakat. Ashabul menilai, pemerintah tidak boleh abai terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

"Itu yang betul. Memang pemerintah tidak boleh abai dengan kesehatan masyarakat. Kita pernah mendengar daerah pedalaman kekurangan dokter, bahkan ada yang sampai wafat karena tidak tertangani dengan baik. Saya kira ini langkah tepat," kata Ashabul Kahfi dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Politisi PAN asal Sulsel itu mengatakan, selama ini Kota Makassar menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah ketika membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Dengan hadirnya RS Regional di wilayah selatan dan utara, masyarakat memiliki alternatif layanan yang lebih dekat tanpa harus selalu dirujuk ke Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini kan selalu Makassar yang menjadi arah rujukan, karena rumah sakitnya representatif. Nah kalau ada di daerah kan semakin bagus, ada di selatan dan ada di utara. Artinya banyak opsi dan kesehatan masyarakat juga bisa merata," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel melalui program MYP mengalokasikan sekitar Rp4 85 miliar untuk pembangunan dua RS Regional. Masing-masing berada di kawasan Malino, Kabupaten Gowa, untuk melayani wilayah selatan, serta di Kabupaten Luwu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah utara.

ADVERTISEMENT

Pembangunan kedua rumah sakit tersebut menggunakan standar tipe C. Namun, untuk dukungan alat kesehatan dan pelayanan dokter spesialis akan mengacu pada standar tipe B.

RS Regional wilayah selatan di Malino, Kabupaten Gowa, telah dilakukan groundbreaking oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada Juli 2026 lalu. Sementara RS Regional wilayah utara di Kabupaten Luwu saat ini tahap concept design dan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Sebelumnya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan RS Regional bukan semata-mata berorientasi pada bisnis, tetapi lebih utama untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Harapan kita sebenarnya bukan murni orientasi profit atau bisnis, tapi lebih kepada akses layanan. Karena banyak daerah subterpencil, golden time-nya lewat dulu baru sampai ke Makassar. Sehingga kita mendekatkan layanan ke daerah perbatasan. Harapannya RS nanti ini bisa melayani semua daerah tetangga," jelasnya.

Menurut Andi Sudirman, salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui pembangunan RS Regional adalah masih terkonsentrasinya dokter spesialis dan peralatan kesehatan dengan kemampuan layanan lebih tinggi di wilayah perkotaan.

"Selama ini kan dokter spesialis biasanya hanya ada di perkotaan. Nah, kita ingin RS Regional ini mendekatkan dokter spesialis dan alkes yang canggih untuk masyarakat, sehingga rujukan tidak perlu ke Makassar," tuturnya.

Dengan keberadaan dua RS Regional tersebut, jarak tempuh masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan dapat dipangkas. Kondisi ini juga penting terutama bagi pasien dalam kondisi kritis serta ibu dan anak yang membutuhkan penanganan cepat.

"Jarak tempuh masyarakat juga bisa terpangkas, kemudian angka kematian ibu dan anak bisa kita tekan. Penderita kritis juga bisa terbantu karena sudah dekat, tidak perlu lagi ke Makassar," kata Andi Sudirman.



(sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads