Bacaan Puasa Niat 1-10 Muharram Lengkap Keutamaannya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 16 Jun 2026 02:45 WIB
Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Makassar - Bulan Muharram termasuk bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena memiliki keutamaan yang besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan saleh selama bulan ini, salah satunya adalah menjalankan puasa sunnah pada 1-10 Muharram.

Puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan yang istimewa dibandingkan puasa sunnah pada bulan-bulan lainnya. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah RA:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim No. 1163)[1]

Bacaan Niat Puasa 1-10 Muharram

Pada periode tanggal 1-10 Muharram, ada 3 jenis puasa sunnah yang bisa dikerjakan yakni puasa tanggal 1, 9 (Tasu'a), dan 10 Muharram (Asyura). Masing-masing puasa tersebut memiliki bacaan niat yang berbeda.

Berikut masing-masing niatnya:

Bacaan Niat Puasa 1 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."[2]

Bacaan Niat Puasa 9 Muharram (Tasu'a)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

Bacaan Niat Puasa 10 Muharram (Asyura)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.[1]

Puasa Sunnah Lain di Bulan Muharram

Selain puasa yang dikhususkan pada bulan Muharram, terdapat pula puasa sunnah lainnya yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram yakni puasa bulanan dan pekanan, yakni puasa Ayyamul Bidh dan puasa Senin-Kamis.[3]

Berikut masing-masing niatnya:

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi Ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillāhi Ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala." [4]

Keutamaan Puasa 1-10 Muharram

1. Menjadi puasa yang paling utama, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim di atas.

Berpuasa di bulan Muharram termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum. Seperti dalam hadits berikut:

عَنِ الْبَاهِلِيِّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ. قَالَ: فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا؟ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ، مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ. قَالَ: مَنْ أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَقْوَى. قَالَ: صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ. (رَوَاهُ دَاوُدَ وَابْنِ مَاجَهْ وَغَيْرِهِمَا)

Diriwayatkan dari al-Bahili: Aku mendatangi Rasulullah SAW, lalu berkata: Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama. Rasulullah SAW bersabda: Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah. Al-Bahili menjawab: Wahai Rasulullah, Aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, sungguh Aku mampu berpuasa (terus-menerus). Rasulullah SAW bersabda: Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya).

2. Pahalanya Setara dengan Puasa 30 Hari atau Satu Bulan Penuh

Berpuasa satu hari pada bulan Muharram sama dengan berpuasa 30 hari atau 1 bulan penuh, seperti dinyatakan dalam hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)

Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa (HR at-Thabarani dalam al-Mu'jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah). (Abdul Adhim bin Abdul Qawi al-Mundziri, at-Targhîbu wat Tarhîbu minal Hadîtsisy Syarîf, [Beirut, Dârul Kutubil 'Ilmiyyah], juz II, halaman 70).

4. Menghapus Dosa Setahun

Khusus puasa hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Seperti dalam hadits berikut:

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

Artinya : Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat (HR Muslim).

5. Menjadi Pembeda dengan Tradisi Puasa Kaum Yahudi

Khusus puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura. Berikut kutipan haditsnya:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya (HR Ahmad).

Di akhir hayat Rasullah SAW memang suka membedakan ritual umat Islam dengan umat Yahudi. Dalam konteks ini al-Hafidh Ibnu Hajar mengatakan maka tingkatan puasa Asyura itu ada tiga: satu, puasa hari Asyura saja. Dua, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a. Tiga, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a dan puasa 11 Muharram. (Ahmad bin Ali bin Hajar Al-'Asqalani, Fathul Bâri Syarhu Shahîhil Bukhâri, [Bairut, Dârul Ma'rifah: 1379 H], juz IV, halaman 245-246).[5]

Jadwal Puasa di Bulan Muharram

Jadwal Puasa Bulan Muharram 2026

Bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram 2026, berikut ini jadwal lengkapnya yang dapat dijadikan panduan:

Puasa Awal Muharram

  • Selasa, 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H)

Puasa Tasu'a

  • Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H)

Puasa Asyura

  • Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)

Puasa Ayyamul Bidh

  • Minggu, 28 Juni 2026 (13 Muharram 1448 H)
  • Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
  • Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H)

Puasa Senin

  • 22 Juni 2026 (7 Muharram 1448 H)
  • 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
  • 6 Juli 2026 (21 Muharram 1448 H)
  • 13 Juli 2026 (28 Muharram 1448 H)

Puasa Kamis

  • 18 Juni 2026 (3 Muharram 1448 H)
  • 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
  • 2 Juli 2026 (17 Muharram 1448 H)
  • 9 Juli 2026 (24 Muharram 1448 H)

Itulah bacaan puasa niat 1-10 Muharram lengkap keutamaannya hingga jadwalnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Referensi:

1. Buku Kelender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
2. Buku Meraih Surga dengan Puasa yang disusun oleh H Herdiansyah Achmad Lc
3. Buku Panduan Puasa oleh Fakhrizal Idris
4. Laman Majelis Ulama Indonesia "Puasa Senin-Kamis, Simak Tuntunan Lengkapnya"
5. Laman Nahdlatul Ulama "Beberapa Keutamaan Puasa Muharram"

Simak Video "Kapan Waktu Terbaik Niat Puasa: Saat Tarawih atau Sahur?"


(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork