Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Menyadur buku Panduan Puasa oleh Fakhrizal Idris, puasa yang paling utama pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram. Hari tersebut memiliki nilai sejarah penting karena menjadi hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta pengikutnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut.
Rasulullah SAW kemudian berpuasa pada hari Asyura dan mengizinkan kaum muslim untuk ikut berpuasa. Sementara itu, dianjurkan pula berpuasa Tasu'a (9 Muharram) atas petunjuk Rasulullah SAW agar tidak sama dan menyelisihi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Lalu, bagaimana bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura? Kapan jadwal pelaksanaannya pada tahun 2026?
Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
Bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura berbeda-beda. Mengutip buku Kelender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid berikut masing-masing niatnya:
Bacaan Niat Puasa 9 Muharram (Tasu'a)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.
Bacaan Niat Puasa 10 Muharram (Asyura)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 9 Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026, sementara 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Tanggal tersebut juga sejalan dengan penetapan awal Muharram oleh Muhammadiyah yang terdapat pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dengan demikian, jadwal puasa Tasua dan Asyura bagi pemerintah dan Muhammadiyah dilaksanakan pada tanggal yang sama.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 melalui Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026. Karena awal Muharram versi NU berbeda satu hari, maka jadwal puasa Tasua dan Asyura bagi warga NU juga bergeser satu hari.
Berikut jadwal lengkap puasa Tasu'a dan Asyura tahun 2026:
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Pemerintah dan Muhammadiyah
- Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura NU
- Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura
Puasa Tasu'a dan Asyura memiliki berbagai keutamaan. Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama, keutamaannya yakni:
1. Puasa Utama setelah Ramadhan
Berpuasa di bulan Muharram termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum. Seperti dalam hadits berikut:
عَنِ الْبَاهِلِيِّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ. قَالَ: فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا؟ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ، مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ. قَالَ: مَنْ أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَقْوَى. قَالَ: صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ. (رَوَاهُ دَاوُدَ وَابْنِ مَاجَهْ وَغَيْرِهِمَا)
Diriwayatkan dari al-Bahili: Aku mendatangi Rasulullah SAW, lalu berkata: Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama. Rasulullah SAW bersabda: Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah. Al-Bahili menjawab: Wahai Rasulullah, Aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, sungguh Aku mampu berpuasa (terus-menerus). Rasulullah SAW bersabda: Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya).
2. Pahalanya Setara dengan Puasa 30 Hari atau Satu Bulan Penuh
Berpuasa satu hari pada bulan Muharram sama dengan berpuasa 30 hari atau 1 bulan penuh, seperti dinyatakan dalam hadits berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)
Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa (HR at-Thabarani dalam al-Mu'jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah). (Abdul Adhim bin Abdul Qawi al-Mundziri, at-Targhîbu wat Tarhîbu minal Hadîtsisy Syarîf, [Beirut, Dârul Kutubil 'Ilmiyyah], juz II, halaman 70).
3. Menghapus Dosa Setahun
Khusus puasa hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Seperti dalam hadits berikut:
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
Artinya : Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat (HR Muslim).
4. Menjadi Pembeda dengan Tradisi Puasa Kaum Yahudi
Khusus puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura. Berikut kutipan haditsnya:
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)
Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya (HR Ahmad).
Di akhir hayat Rasulullah SAW memang suka membedakan ritual umat Islam dengan umat Yahudi. Dalam konteks ini al-Hafidh Ibnu Hajar mengatakan maka tingkatan puasa Asyura itu ada tiga: satu, puasa hari Asyura saja. Dua, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a. Tiga, puasa Asyura disertai puasa Tasu'a dan puasa 11 Muharram. (Ahmad bin Ali bin Hajar Al-'Asqalani, Fathul Bâri Syarhu Shahîhil Bukhâri, [Bairut, Dârul Ma'rifah: 1379 H], juz IV, halaman 245-246)
Itulah bacaan dan jadwal puasa Tasua dan Asyura 2026 lengkap keutamaannya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)
