Niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan serta Hukum Manggabungkannya

Niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan serta Hukum Manggabungkannya

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Senin, 15 Jun 2026 21:39 WIB
Ilustrasi Puasa Zulhijah
Ilustrasi puasa (Foto: Hello Aesthe/Pexels)
Makassar -

Puasa Muharram dan puasa qadha Ramadhan adalah dua jenis puasa yang berbeda. Puasa Muharram hukumnya sunnah, sementara puasa qadha untuk mengganti puasa Ramadhan bersifat wajib.

Oleh karena itu, bagi muslim yang hendak melaksanakan puasa Muharram dan qadha Ramadhan sekaligus, perlu memahami bacaan niatnya dan ketentuan mengenai hukum menggabung dua jenis puasa tersebut.

Lantas, bagaimana bacaan niat puasa puasa Muharram dan qadha Ramadhan? Bagaimana pula hukum menggabungkannya dalam satu waktu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak berikut ini penjelasan selengkapnya!

Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan Apakah Boleh Digabung?

Ustaz Syam Nur Makka menjelaskan, terdapat dua pendapat mengenai hukum menggabungkan puasa sunnah dengan puasa wajib. Di Indonesia sendiri pandangan yang digunakan adalah Syafi'iyah.

ADVERTISEMENT

Pendapat Pertama: Boleh Digabung

Menurut penjelasan Ustaz Syam, menurut pandangan Syafi'iyah, jika seseorang menjalankan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari yang disunnahkan untuk berpuasa, maka cukup melafazkan niat untuk puasa qadha saja. Walaupun hanya diniatkan puasa qadha, pahala puasa sunnah yang bertepatan dikerjakan hari itu juga tetap akan diperoleh.

"Kalau puasa qadha harus jelas niatnya. Maka para ulama mengatakan, tentunya dalam i'anatut tholibin lebih dari satu ulama mengatakan, jikalau seseorang sudah berniat taiyin, sudah berniat jelas puasa, saya berniat mengganti puasa Ramadhan saya besok, nah itu sudah masuk puasa sunahnya. Kalau dia lakukan misalnya di bulan Rajab, ayyamul bidh, atau di hari Kamis, dia cukup mengatakan saya niat puasa qadha Ramadhan besok, itu sudah masuk juga puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin-Kamisnya," jelas Ustaz Syam dalam kanal YouTube Trans TV Official yang dikutip detikSulsel, Senin (15/6/2026).

Pendapat Kedua: Tidak Boleh Digabung

Pandangan yang berbeda dating dari kalangan Hanabilah atau mazhab Hambali. Menurut pandangan mazhab Hambali, menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah (termasuk Muharram) tidak diperbolehkan. Hal ini dikarenakan masing-masing merupakan ibadah tersendiri yang memiliki tujuan berbeda.

Mazhab Hambali berpendapat bahwa jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, seseorang tidak dianggap telah melaksanakan puasa sunnah. Oleh karena itu, dua niat tidak bisa disatukan dalam satu ibadah, terutama untuk puasa yang wajib dan sunnah.

Niat Puasa Muharram

Terdapat sejumlah hari di bulan Muharram yang dianjurkan untuk berpuasa, yaitu puasa di tanggal 1 Muharram, Tasu'a, Asyura, dan puasa di tanggal 11 Muharram. Berikut ini bacaan doanya masing-masing:

Niat Puasa Muharram

Berikut ini bacaan niat puasa Muharram yang dapat dibaca untuk puasa tanggal 1 dan 11 sebagaimana dinukil dari Buku Meraih Surga dengan Puasa yang oleh H Herdiansyah Achmad Lc.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ­ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΩ…Ω Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©ΩŽ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."


Niat Puasa Tasu'a

Adapun niat puasa Tasu'a sebagaimana dikutip dari laman MUI Digital adalah sebagai berikut:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."


Niat Puasa Asyura

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω ِعَا شُورَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatil Γ’syΓ»rΓ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt."

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Menyadur buku'Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa' karya Nur Solikhin, berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ Ω‚ΩŽΨΆΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaai fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Jadwal Puasa Muharram 2026

Sebagai panduan untuk detikers yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram tahun 2026 ini, berikut ini jadwalnya berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI:

  • Puasa 1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026
  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026

Demikianlah penjelasan mengenai bacaan niat puasa Muharram dan qadha Ramadhan serta hukum menggabungkannya. Semoga bermanfaat!




(urw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads