Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam pada bulan Muharram adalah berpuasa. Anjuran tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Imam Muslim berikut:
Ψ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω ΩΩΨ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΩΨΆΩΨ©Ω Ψ΅ΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim nomor 1163, dari Abu Hurairah)[1]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, puasa Muharram yang dianjurkan ada berapa hari? Berikut ketentuan beserta jadwal lengkapnya agar dapat melaksanakan puasa Muharram sesuai tuntunan.
Puasa Muharram Berapa Hari?
Terdapat dua puasa sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram, yakni puasa Tasu'a dan Asyura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura menjadi puasa yang paling utama dikerjakan pada 10 Muharram.
Anjuran puasa Asyura sendiri diterangkan oleh Abu Qotadah Al Anshoriy dalam hadits berikut:
ΩΩΨ³ΩΨ¦ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ±ΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Β« ΩΩΩΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨ§ΨΆΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ¨ΩΨ§ΩΩΩΩΨ©Ω Β». ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ³ΩΨ¦ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Β« ΩΩΩΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨ§ΨΆΩΩΩΨ©Ω
Artinya: "Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim nomor 1162)
Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya berpuasa pada Hari Asyura saja, tetapi juga sehari sebelumnya, yakni pada Hari Tasu'a. Hal ini dilakukan untuk membedakan umat Islam dengan kaum Yahudi yang juga mengangungkan Hari Asyura.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,
ΩΩΨ§ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨΉΩΨΈΩΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΨ―Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΩΨ΅ΩΨ§Ψ±ΩΩ.
Artinya: "Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani."
Kemudian Rasulullah SAW mengatakan:
ΩΩΨ₯ΩΨ°ΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΩΩΨ¨ΩΩΩ - Ψ₯ΩΩΩ Ψ΄ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ - Ψ΅ΩΩ ΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨͺΩΩΨ§Ψ³ΩΨΉΩ
Artinya: "Apabila tiba tahun depan, insya Allah (jika Allah menghendaki), kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan."
Ibnu Abbas mengatakan,
ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ£ΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΩΩΨ¨ΩΩΩ ΨΩΨͺΩΩΩ ΨͺΩΩΩΩΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ -Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ -.
Artinya: "Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia." (HR Muslim nomor 1134)
Berdasarkan hadits di atas, para ulama seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Ishaq berpendapat bahwa dianjurkan untuk berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 Muharram sekaligus. Sebab, Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berkeinginan untuk menambah puasa pada hari kesembilan.[1]
Selain itu, terdapat pula pendapat yang menyebutkan bahwa disunnahkan berpuasa pada 1 dan 11 Muharram. Anjuran berpuasa pada 1 Muharram disebutkan dalam hadits Nabi SAW berikut:
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya." (HR Ibnu Abbas)
Sementara itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan beberapa ulama lain berpendapat bahwa disunnahkan berpuasa pada tanggal 11 Muharram. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya." (HR Ahmad)[2]
Dengan demikian, puasa sunnah yang dapat dikerjakan khusus pada bulan Muharram ada 4, yaitu:
- Puasa 1 Muharram
- Puasa Tasua (9 Muharram)
- Puasa Asyura (10 Muharram)
- Puasa 11 Muharram
Baca juga: 7 Keutamaan Bulan Muharram beserta Dalilnya |
Jadwal Puasa Muharram 2026
Merujuk pada kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI, berikut perkiraan jadwal puasa yang dianjurkan pada bulan Muharram:
- Puasa 1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026
- Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026
Bacaan Niat Puasa di Bulan Muharram
Berikut masing-masing bacaan niat puasa yang dianjurkan pada bulan Muharram:
Niat Puasa 1 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."[3]
Niat Puasa Tasua 9 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨ³ΩΨΉΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.
Niat Puasa Asyura 10 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΨ±Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Ta'ala.[2]
Niat Puasa 11 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."[4]
Itulah informasi mengenai puasa Muharram, mulai dari jenis, jadwal, hingga bacaan niatnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Referensi:
1. Laman Rumaysho, "Anjuran Puasa Muharram"
2. Buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
3. Buku "Meraih Surga dengan Puasa" karya H Herdiansyah Achmad Lc
4. Laman Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, "Cara Puasa 9, 10, dan 11 Muharram beserta Niatnya"
(urw/urw)











































