Sebanyak 20 pendaki menjadi korban erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Dua warga negara (WN) Singapura dan 1 warga asal Jayapura ditemukan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Gunung Dukono dilaporkan meletus pada Jumat (8/5/2026). Tim SAR lebih dulu menemukan pendaki wanita bernama Enjel dalam kondisi meninggal pada Sabtu (9/5) pukul 14.30 WIT.
"Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.
Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif.
"Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian," jelasnya.
Dua korban yang dimaksud bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27) yang merupakan warga asal Singapura. Namun tim SAR memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.
"Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi," tutur Abdul Muhari.
Tim SAR lalu melanjutkan pencarian pada Minggu (10/5). Kedua korban asal Singapura itu pun berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama.
"Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut," jelasnya.
Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup," imbuh Abdul Muhari.
Selain 3 korban meninggal, 17 pendaki lainnya dilaporkan selamat meski beberapa di antaranya luka-luka. Berdasarkan data yang diterima dari Polres Halmahera Utara, berikut daftar 20 pendaki korban erupsi Gunung Dukono:
Daftar Nama 20 Korban Selamat dan Tewas
Pendaki Selamat Asal Indonesia
- Hairuddin (Porter, 26 tahun)
- Battiar Bahdar (Porter, 24 tahun)
- Yusrin Latif (Porter, 23 tahun)
- Ahmad Asmar (Porter, 22 tahun)
- Sahrul Asim (Porter, 26 tahun)
- Jailan Ayub (Penanggung Jawab, 45 tahun)
- Reza Selang (Penanggung Jawab, 35 tahun)
- Riska miska Isbar (Tamu, 29 tahun)
- Fiki Nafila (Tamu, 27 tahun)
- Sudin Juanga (Guide, 45 tahun)
Pendaki Selamat Asal Singapura
- Phoebe Low Pei Qi (33 tahun)
- Toh Yu Ming Eugene (30 tahun)
- Ong Shilin Selene (37 tahun)
- Iris (31 tahun)
- Venessa Lee (30 tahun)
- Geraldine Lee (30 tahun)
- Shan De (28 tahun)
Pendaki Tewas Asal Singapura-Jayapura
- Heng Wen Qiang Timothy (Warga Singapura, 30 tahun)
- Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (Warga Singapura, 27 tahun)
- Enjel (Warga Jayapura)
Simak Video "Video: Wujud Nyata Cinta NKRI, Warga Serahkan Senpi Ilegal ke Polda Malut"
(sar/hsr)