Dua pendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara asal Singapura ditemukan dalam kondisi tewas. Keduanya sempat dilaporkan hilang setelah Gunung Dukono erupsi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan lokasi penemuan jenazah tidak jauh dari lokasi penemuan korban awal. Sebelumnya, Tim SAR gabungan lebih dulu menemukan Enjel yang merupakan pendaki asal Indonesia (WNI)
"Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identitas kedua korban WN Singapura itu ialah Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Tim SAR gabungan sedang melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.
"Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan," ujarnya.
Total, ada 98 personel SAR gabungan yang dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu hari ini. Tim SAR terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
