Jenazah sopir lajuran atau travel bernama Aris Sanda yang menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akan dipulangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban akan dimakamkan di kampung halamannya.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan saat ini jenazah korban berada di rumah duka di Wamena. Sementara proses pemulangan ke Toraja akan dilakukan besok, Jumat (18/9/2026).
"Rencananya besok, Jumat jenazah beserta istri beliau akan kita terbangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya," kata Lucky dalam keterangannya, Kamis (17/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan Prajurit Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III awalnya mengevakuasi jenazah korban dan langsung dibawa ke rumah duka di Wamena. Selanjutnya aparat menjemput istri korban, Sinta Bilolo yang merupakan guru di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.
"Beliau (istri korban) kami bawa menuju Kenyam lalu diterbangkan ke Wamena menggunakan pesawat Caravan bersama dua orang pendamping, hingga akhirnya kami antarkan langsung menuju rumah duka," ungkapnya.
Lucky mengatakan korban sudah 13 tahun berbakti melayani masyarakat Nduga. Korban dan pengemudi lainnya mengangkut hasil tani warga, menyuplai kebutuhan pokok, mengantar anak-anak pergi sekolah, hingga memboyong mama-mama serta orang tua yang sakit ke kota agar bisa berobat.
"Ketika satu nyawa pengemudi jujur seperti Aris Sanda dihilangkan secara keji, sejatinya urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tiga distrik Nduga seolah ikut terhenti," imbuhnya.
Diketahui, pembunuhan itu terjadi di Jalur Wamena menuju Mbua, Jayawijaya, Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 Wita. Korban awalnya sedang membawa penumpang hingga diadang pelaku di tengah jalan.
"Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan lajuran dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Para pelaku lantas melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang. Sopir lantas dibawa dan disandera oleh OPM.
"Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habema," ucapnya.
Di lokasi itu lah para pelaku diduga menembak mati pelaku, tepatnya di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora. Jenazah pelaku pun dimasukkan dalam mobil.
"Koops TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," jelasnya.
