Pembelaan Kades di Sidrap Dituduh Pecat 5 Staf gegara Beda Pilihan

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 29 Feb 2024 07:00 WIB
Foto: Warga demo di kantor Desa Mattirotasi Sidrap tuntut kades mundur buntut pecat 5 staf yang berbeda pilihan caleg. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Sidenreng Rappang -

Kepala Desa (Kades) Mattirotasi berinisial B di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel) membantah telah memecat 5 stafnya lantaran beda pilihan caleg di Pileg 2024. B mengaku tidak pernah melakukan pemecatan.

"Saya pecat itu hanya tanggapan mereka. Saya koreksi bagi saya tidak ada pemecatan. Saya tidak pernah bilang saya pecat mereka," kata B saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Rabu (28/2/2024).

B meminta yang bersangkutan untuk menunjukkan bukti pemecatan yang ia lakukan. Sebab kata dia, hingga saat ini mereka yang merasa dipecat masih berstatus staf desa.

"Bahkan demo di depan kantor saya sampaikan mana bukti saya pecat. Saya tampik itu bahwa memecat staf karena beda pilihan caleg. Mereka masih status (staf desa)," ujarnya.

Namun demikian, B mengakui pernah memberikan teguran dan meminta kepada stafnya untuk mengundurkan diri jika merasa tidak nyaman. Menurutnya permintaan itu berbeda dengan pemecatan.

"Memang saya pernah berikan teguran kalau tidak nyaman dengan saya bikin pengunduran diri tetapi bukan memecat," tuturnya.

Warga Geruduk Kantor Desa-Bawaslu

Sejumlah warga sempat menggelar aksi unjuk rasa di 3 lokasi yakni di Kantor Desa Mattirotasi, Kantor Kecamatan Watampulu, dan Kantor Bawaslu Sidrap, Rabu (28/2). Aksi tersebut sebegai bentuk protes buntut kasus pemecatan 5 staf desa.

"Selama ini dia selalu ada tekanan ke bawahannya karena calegnya. Dia telepon satu-satu (pada malam pencoblosan) bilang ini (caleg) yang kau dukung," kata koordinator aksi, Asis kepada wartawan, Rabu (28/2).

"Ada semua bukti-buktinya itu. Nanti akan dijelaskan di Bawaslu Sidrap," terangnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.




(asm/ata)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork