Jenazah Valenth A Tambuto (24), Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang ditemukan tewas di Kota Yerevan, Armenia, telah dimakamkan di kampung halamannya. Keluarga berharap pihak yang terlibat dalam kematian Valenth mendapat hukuman setimpal.
Keluarga almarhum sebelumnya mengikuti ibadah dan khotbah penghiburan di rumah duka RS Grestelina, Makassar, pada Senin (21/9) sore. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemakaman Valenth, di Pekuburan Kristen Pannara, Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar.
"Tadi di rumah duka kami mendapatkan khotbah penghiburan juga untuk keluarga supaya keluarga bisa terhibur atas beristirahatnya kakak kami," kata adik korban, Arnold Tambuto kepada wartawan, pada Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arnold mengatakan jenazah Valenth kemudian dimakamkan. Setelah prosesi pemakaman selesai, makam korban akan dirapikan dengan pengecoran.
"Tujuan akhirnya dikuburkan dan sebentar lagi akan dirapikan kuburannya menggunakan cor," katanya.
Pihak keluarga berharap pihak-pihak yang terlibat dalam kematian Valenth di Armenia dapat diproses secara hukum. Keluarga juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait perkembangan kasus tersebut.
"Kami harapkan semoga dari pihak-pihak yang terlibat ya bisa mendapatkan hukuman setimpal dan kami berharap ada keterbukaan ke keluarga juga supaya keluarga bisa mendapatkan semua informasi-informasi itu secara terbuka," harap Arnold.
Arnold mengungkapkan, keluarganya sejauh ini masih menerima informasi yang dinilai belum memberikan gambaran jelas mengenai kasus kematian Valenth. Keluarga berharap KBRI dapat memberikan informasi terbaru secara berkala.
"Sejauh ini kami hanya menerima informasi yang bisa dibilang jauh dari yang keluarga harapkan. Keluarga mengharapkan update terkini mungkin setiap ada update bisa dapat ke keluarga, tapi mungkin itu jauh dari kata mustahil," ungkapnya.
Menurut Arnold, keluarga masih menganggap informasi resmi mengenai kasus tersebut belum jelas. Dia juga menyoroti minimnya informasi dari KBRI kepada keluarga dalam beberapa waktu terakhir.
"Jadi ya keluarga berharap keterbukaan dari KBRI mengenai kasus ini, karena jujur kami mengenai kasus ini masih abu-abu, informasi resmi masih abu-abu dan juga khususnya dari KBRI akhir-akhir ini minim terhadap keluarga," bebernya.
Diketahui, WNI asal Maros bernama Valenth A Tambuto ditemukan tewas di Kota Yerevan, Armenia. Korban ditemukan dalam kondisi kaki, tangan, dan mulut terikat lakban dalam kamar mes pekerja perusahaan di negara tersebut.
Kabar meninggalnya Valenth pertama kali diterima oleh pihak keluarganya pada Rabu (15/7) malam. Adik korban bernama Arnold Tambuto mengaku masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum kabar duka itu diterima.
"Iya benar kakak saya yang meninggal di Armenia. Almarhum bekerja di sana di bidang IT di perusahaan konsultan IT," ujar Arnold Tambuto kepada wartawan, Minggu (19/7).
