Warga Polman Tandu Jenazah 3 Km Usai Puskesmas Tak Pinjamkan Ambulans

Sulawesi Barat

Warga Polman Tandu Jenazah 3 Km Usai Puskesmas Tak Pinjamkan Ambulans

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 18 Sep 2022 20:44 WIB
Warga tandu jenazah di Polman, Sulbar.
Foto: Warga tandu jenazah di Polman, Sulbar. (Dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Sejumlah warga di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa memandu jenazah sejauh 3 kilometer usai pihak puskesmas setempat dikabarkan tidak meminjamkan ambulans. Kejadian ini viral di media sosial atau medsos.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga memikul jenazah menggunakan kain sarung dan bambu. Mereka tengah melewati jalan Trans Sulawesi yang padat lalu lintas.

Terdengar suara wanita yang meluapkan kekesalannya lantaran pihak Puskesmas dianggap tidak memberikan perhatian.


"Ini orang meninggal digotong kasihan, tidak ada ambulans yang mau bawa, Puskesmas Campalagian, Puskesmas Campalagian tidak diuruskan, biar berapa sewanya kita juga mau sewa, tapi tidak ada urusannya," ujar wanita dalam video tersebut.

Aksi warga memikul jenazah diketahui terjadi pada pukul 16.00 wita, Minggu sore (18/9). Jenazah yang ditandu bernama Darwis, warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian.

"Katanya mobil ambulans puskesmas untuk rujukan saja, bukan untuk orang mati," kata salah satu keluarga almarhum, Aca kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu (18/9/2022).

Aca menyebut, almarhum Darwis sudah beberapa hari menjalani perawatan di Puskesmas Campalagian, karena menderita penyakit. Hingga Darwis dinyatakan meninggal dunia sore tadi.

"(Meninggal karena) Sakit lambung," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Campalagian Ramlah membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu mobil milik puskesmas sedang merujuk pasien.

"Keluarganya yang meninggal mau diantar ke rumahnya, mobil ambulans campa cuma 1, itu pun merujuk pasien ke Polewali karena ada juga yang dirujuk," ungkap Ramlah kepada wartawan melalui pesan singkat.

Ramlah mengaku sudah berupaya mencari mobil alternatif untuk digunakan membawa almarhum ke rumah duka. Hanya saja mobil yang dimaksud sedang digunakan untuk mengantar jenazah lainnya ke Makassar.

"Sudah diusahakan ambulans mayat dari luar yang biasa dipakai, tapi sementara mengangkut mayat ke Makassar. Jadi saya telepon pak desanya, kalau sudah diusahakan, saya suruh sabar keluarganya, apa boleh buat kita tunggu saja itu ambulans yang pulang merujuk," pungkasnya.



Simak Video "Penampakan Ambulans Berlogo PDIP Hangus Terbakar di Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)