Soekarno tak hanya seorang pemikir dan pejuang, tetapi juga sangat mencintai seni. Darah seninya mengalir dari sang ibu yang berdarah Bali, Nyoman Rai Srimben.
Peserta lomba dayung sampan tradisional di Jembrana tidak dipungut biaya, justru mendapat uang saku sebesar Rp 200 ribu. Menang kalah tetap dapat duit.