Di Pangandaran, Jawa Barat, muncul aliran sesat yang mengajarkan salat menghadap laut selatan. MUI memantau keberadaan kelompok ini yang sulit diungkap.
Media sosial di Jawa Barat disalahgunakan untuk penyebaran ajaran sesat. MUI serukan pentingnya literasi media sosial untuk mencegah doktrin menyimpang.
Jawa Barat digegerkan oleh aliran sesat Sensen Komara, yang mengklaim sebagai Presiden NII. MUI menyatakan ajarannya sesat, dengan ribuan pengikut aktif.
Paguyuban Padjajaran Anyar temukan 41 makam keramat palsu di Sukabumi. Makam ini diduga untuk praktik perdukunan, memicu keresahan masyarakat setempat.
Warga Ciamis dikejutkan oleh aliran sesat yang dipimpin Dalilan, yang mengklaim Ka'bah akan pindah ke Lakbok. Setelah dialog, Dalilan kembali ke ajaran Islam.