Dulu, wayang kulit begitu masif dibawakan. Bahkan, yang 'nanggap' bangga melakukannya. Kini zaman berubah. Wayang pun 'eksklusif' untuk kalangan tertentu.
Sejumlah pemuda Kulon Progo punya cara lestarikan kesenian wayang. Mereka membuat gambar tokoh dewa dalam pewayangan dengan daun lontar sebagai kanvasnya.