Kombes Sumarni disebut jujur dan dekat dengan warga. Sumarni membuka rumah dinasnya untuk kegiatan ngopi bareng tukang becak, pengajian dan pelatihan UMKM.
Ajat Supri, terjun membantu mengatur arus lalu lintas yang di palang pintu perlintas kereta api Jalan Garuda Bandung. Ajat kerap bentrok dengan pengendara.
Abah Ahum (70) pernah mengalami asam garam berjualan ketan bakar. Dari mulai memiliki 30 karyawan hingga kini hanya berjualan sendiri di Pasar Cicadas.
Setelah Sekolah Swasta Global Prima National School membongkar tembok di Gang Abadi, warga berharap akses mereka tak lagi dihalangi oleh mobil yang parkir.