Cabup yang akrab disapa Mas Dhito ini mengungkapkan sekitar tahun 2022, banyak warga mengeluhkan daerahnya yang tak teraliri listrik termasuk kesulitan air.
Sejumlah peranti dari batu itu ditemukan di kedalaman tanah sekitar 2 meter. Ada lesung, lumpang, juga pipisan atau alat untuk membuat jamu dan penggilasnya.