Di tengah kesulitan hidup sebagai pemulung, Nunung Nurjanah berjuang untuk menyekolahkan ketiga anaknya. Ia menolak dipindah jauh dari tempat tinggalnya.
Hujan deras di Jembrana menyebabkan Pasar Umum Negara kebanjiran, merendam dagangan pedagang. Kerugian materi dialami akibat saluran pembuangan tersumbat.