Usaha ini mulai dirintis Bu Yatin sejak 1996 lalu. Kala itu, dia mencoba membuat rengginang dengan bahan seadanya untuk mencukupi biaya sekolah anak-anaknya.
Setibanya di Asrama Haji, jemaah asal OKU Timur menjalani proses penerimaan. Mulai dari pemberian dokumen akomodasi, gelang identitas, hingga living cost.