Aksi demo mahasiswa itu menuntut pengusutan tuntas terhadap 16 pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus.
Wakil Pimpinan DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, dorong perlindungan cagar budaya, termasuk Rumah Radio Bung Tomo, sebagai warisan sejarah perjuangan bangsa.