21 Istri Anggota DPRD Pangkep Bakal Studi Tiru ke Bali Pakai APBD

21 Istri Anggota DPRD Pangkep Bakal Studi Tiru ke Bali Pakai APBD

Muhammad Subhan - detikSulsel
Senin, 04 Mei 2026 17:14 WIB
Kantor DPRD Pangkep.
Kantor DPRD Pangkep. Foto: (Muhammad Subhan/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 21 istri anggota DPRD Pangkep dijadwalkan akan melakukan studi tiru di Bali dengan menggunakan anggaran APBD 2026. Para istri legislator itu dibiayai melalui anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Pangkep.

"Anggarannya setiap tahun ada masuk ke dinas kami. Dan mereka melakukan kegiatan berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM, baksos dan studi tiru," kata Kepala DP3A-KB Pangkep, Nurliah kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Nurliah mengatakan, anggaran untuk istri-istri anggota dewan itu masuk dalam pos anggaran DP3A-KB Pangkep. Total anggaran untuk kegiatan istri anggota dewan itu sebesar Rp 200 juta untuk 3 kegiatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggarannya masuk di kami selaku dinas pemberdayaan perempuan. (Selain studi tiru di Bali), Rp 200 juta kegiatannya berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM ada sosialisasi dan lomba fashion show dan Pembagian bansos sembako bagi masyarakat miskin," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep, Sundari mengatakan, rencana kegiatan studi tiru di Bali itu akan berlangsung 3 hari mulai Minggu (10/5). Dia mengatakan, selama 3 hari itu 21 istri anggota DPRD akan melakukan beragam kegiatan seperti kunjungan ke UMKM, pembuatan makanan oleh-oleh Bali, pembuatan kain batik Bali dan kunjungan ke DPRD Gianyar.

Dia mengatakan, khusus untuk kegiatan studi tiru di Bali, DP3A-KB Pangkep menganggarkan Rp 148 juta. Selain organisasi istri anggota DPRD, organisasi perempuan lain yang dianggarkan di DP3A-KB adalah Dharma Wanita sebesar Rp 50 juta.

"Kalau untuk kegiatan studi tiru di Bali anggarannya Rp 148 juta. Selain itu ada juga Dharma Wanita Rp 50 juta tapi ini belum terlaksana kegiatannya," ucapnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Pangkep, Arizal Hasan mengatakan anggaran tersebut tidak dianggarkan di Sekretariat Dewan. Dia mengaku tidak tahu soal kegiatan studi tiru anggota DPRD di Bali.

"Kewenagan mungkin seperti itu (tidak dianggarkan di DPRD). Adakah itu kegiatan?" ujarnya singkat.



(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads