Pembantaian yang dilakukan Westerling pada Desember 1946-Februari 1947 menjadi sejarah kelam bagi rakyat Sulsel. Tragedi itu disebut menelan korban 40.000 jiwa.
Hujan abu vulkanik dari Gunung Marapi sampai ke wilayah Kota Bukittinggi. Pemkot Bukittinggi meliburkan pelajar di tingkat TK dan PAUD akibat kondisi ini.