Peternak babi di Lutim, Sulsel merugi akibat banyak babi terpapar virus ASF atau flu babi Afrika. Peternak pun terpaksa menjual murah babi mereka yang sehat.
Jl Jenderal Sudirman-Jl I Gusti Ngurah Rai di Kranji segera dibeton setelah sekian lama rusak. Namun perbaikan jalan tidak akan disertai pembangunan drainase.
Pemkab Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap hewan ternak babi mati mendadak di wilayahnya karena terpapar virus African Swine Fever (ASF).
Flu babi Afrika atau virus African Swine Fever (ASF) telah menyebabkan 14.756 ekor babi mati di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Angka kematian ternak babi akibat virus African Swine Fever (ASF) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan sangat fantastis yang mencapai 14.756 ekor dalam sebulan.
Kasus temuan bangkai babi berserakan di saluran irigasi Kabupate Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) ternyata mati karena terpapar virus ASF.