Pada abad ke-19, kebaya menjadi pakaian sehari-hari bagi semua kelas sosial. Namun kebaya pernah mengalami kemerosotan status pada masa penjajahan Jepang.
Seorang gadis petugas SPBU di Larantuka, Flores Timur, NTT, mengenakan kebaya dan sarung tenun Lamaholot untuk memperingati Hari Pahlawan. Penenun juga pahlawan