Suparno (54) asal Kartasura, Sukoharjo, yang tenggelam di sungai Kahyangan, Wonogiri, diketahui sering mengantar orang ke lokasi itu untuk melakukan ritual.
Proyek pembangunan kerap kontradiktif dengan tujuannya yakni menyejahterakan masyarakat. Yang terjadi justru menghilangkan akses masyarakat atas sumber daya.