Lampu dengan sensor gerak saat ini menjadi pilihan penerangan di rumah karena lebih fleksibel. Kira-kira pakai lampu seperti ini, pemakaian listriknya gimana ya?
Sebelumnya, ketahui dulu cara kerja lampu sensor gerak. Lampu ini akan menyala secara otomatis apabila mendeteksi adanya pergerakan, baik itu manusia ataupun hewan. Jika tidak ada yang memasuki ruangan, lampu akan mati.
Jenis lampu ini terdengar lebih efisien karena tidak perlu menyala terus. Lampu tersebut hanya nyala pada saat ada yang lewat.
Banyak yang memakai lampu jenis ini di koridor, halaman depan, hingga kamar mandi. Alasannya, area-area tersebut butuh penerangan, tetapi tidak setiap saat akan digunakan.
Benarkah Lampu Sensor Gerak Lebih Hemat Listrik?
Menurut teknisi listrik dari Electrical Expert, Tim Hodnicki, lampu sensor gerak dapat menghemat tagihan listrik karena tidak harus menyala seharian.
Meski begitu, lampu jenis ini memang lebih baik dipakai di area-area tertentu saja karena cukup merepotkan karena menyala dengan gerakan. Ia menyarankan area yang tepat adalah teras. Ini akan membantu penghuni rumah untuk memastikan halaman bisa terang saat ada yang datang atau lewat.
"Jika alternatifnya adalah membiarkan lampu menyala terus, maka lampu dengan sensor gerak benar-benar dapat menghemat uang dan tagihan listrik. Anda mungkin tidak akan melihat perbedaannya dalam jangka pendek, tetapi penghematannya bisa jauh lebih terlihat dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Hodnicki dikutip dari The Spruce, Rabu (28/10/2026).
Memang pemasangan lampu sensor gerak dapat menghemat listrik, tapi harus disesuaikan juga dengan kondisi di rumah. Jika sebuah rumah dihuni banyak orang atau terdapat objek yang bergerak seperti kipas angin dan hewan peliharaan, penggunaan lampu jenis ini justru bikin boros listrik. Sensor akan terus menangkap pergerakan. Kalau terlalu banyak orang yang keluar masuk ruangan dalam waktu berdekatan, lampu akan menyala dan mati dengan cepat sehingga lebih boros energi.
"Lampu sensor gerak selalu menggunakan sejumlah energi untuk mengaktifkan sensor gerak. Jadi, meskipun lampu sensor gerak tidak pernah menyala, tapi kemungkinan besar lampu tersebut menyerap daya yang lebih banyak daripada lampu statis yang dioperasikan lewat sakelar," ujar Hodnicki.
Terpisah, Mark Halberg yang merupakan teknisi listrik dari Prairie Electric menyebut penggunaan lampu sensor gerak juga bisa di kamar mandi dan teras rumah karena penghuni suka lupa mematikan lampu.
"Pemborosan terbesar yang kami lihat adalah lampu luar ruangan seperti lampu teras yang dibiarkan menyala sepanjang malam, atau juga lampu kamar mandi yang menyala saat rumah kosong," tutur Halberg.
Untuk ruangan seperti kamar tidur, ruang tamu, dan dapur kurang efisien karena khawatir ruangan bisa tiba-tiba gelap. Misalnya saat sedang membaca buku dan menonton film di kamar, biasanya kita hanya diam. Lampu bisa tiba-tiba mati dan mengganggu konsentrasi.
"Untuk kamar tidur, saya lebih suka sensor lampu yang dapat mendeteksi ruangan sudah kosong. Jadi lampu harus dinyalakan secara manual, tetapi lampu akan mati dengan sendirinya jika ruangan sudah kosong," pungkas Halberg.
Itulah penjelasan soal lampu sensor gerak, semoga membantu.
Simak Video "Kisah Perjuangan Pekerja di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat Garapan Waskita Karya"
(aqi/aqi)