Lampu di Rumah Tak Harus Selalu Mati-Nyala-Mati-Nyala, Asalkan...

Lampu di Rumah Tak Harus Selalu Mati-Nyala-Mati-Nyala, Asalkan...

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 21 Mei 2026 17:31 WIB
Panduan Matikan Lampu Rumah
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikproperti
Jakarta -

Sejak kecil, banyak orang diajarkan untuk mematikan lampu sebelum meninggalkan ruangan. Tujuannya adalah menghemat energi dan tagihan listrik.

Namun, sekarang sudah banyak yang menggunakan lampu LED. Lampu ini efisien energi sehingga tidak akan menyedot banyak listrik.

Lantas, kapan sebaiknya mematikan lampu ruangan ketika tidak ada orang di dalamnya? Berikut ini penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Better Homes & Gardens, para ahli mengatakan perlu tidaknya mematikan lampu tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis lampu dan berapa lama ruangan ditinggalkan. Jadi penghuni rumah dapat mempertimbangkan beberapa hal dulu sebelum memutuskan untuk mematikan lampu.

Direktur Penjualan Joshua Roberson dari JascoPro, perusahaan lampu, mengatakan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan adalah kebiasaan yang baik. Hal itu khususnya ketika meninggalkan ruangan untuk waktu yang cukup lama.

ADVERTISEMENT

"Jika Anda meninggalkan ruangan selama lebih dari beberapa menit, tetap merupakan kebiasaan yang baik untuk mematikan lampu-terutama jika Anda tidak menggunakan smart home," kata Roberson dikutip dari Better Homes & Gardens, Kamis (21/5/2026).

Selain itu, jenis bohlam sangat mempengaruhi perlu tidaknya mematikan lampu. Mematikan lampu memang menghemat energi. Namun, hal itu tidak terlalu berpengaruh kalau menggunakan lampu LED.

"Mematikan lampu saat meninggalkan ruangan dapat membantu menghemat energi, tetapi dengan pencahayaan LED modern, penghematannya seringkali minimal-terutama dibandingkan dengan lampu pijar atau halogen lama. Pencahayaan saat ini sudah sangat efisien," jelasnya.

Di sisi lain, ada alasan lebih penting untuk membiarkan lampu menyala daripada takut boros listrik. Direktur urusan strategis di Rayburn Electric Cooperative, Gentry Ewing, menyebutkan ada beberapa lokasi rumah yang lampunya perlu dinyalakan terus, terutama di malam hari.

"Lampu teras, penerangan tangga, atau sensor gerak luar ruangan memiliki fungsi penting setelah gelap. Tetapi untuk hal lainnya, tidak ada alasan untuk membiarkan lampu menyala jika tidak digunakan," kata Ewing.

Sebagian orang juga membiarkan lampu dalam ruangan menyala saat mereka pergi dari rumah dalam waktu yang lama. Pemilik rumah berharap rumah yang terang dapat mencegah penyusup masuk. Dalam beberapa kasus, membiarkan lampu menyala dapat memberikan manfaat keselamatan yang jauh lebih besar daripada biaya.

Itulah pertimbangan untuk menyalakan atau mematikan lampu ruangan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads